Sumenep-Kominfo News Room : Untuk mengisi bulan Ramadhan, Sabtu pagi tadi (08/10) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyelenggarakan Dialog Ramadlan. Dialog yang digelar di Aula Badan Komunikasi dan Informasi (Bakominfo) Kabupaten Sumenep, mengambil tema “Menjadikan Indonesia Bermartabat Dengan Syariahâ€. Dialog Ramadhan HTI ini, dihadiri kalangan Alim Ulama, seluruh lapisan masyarakat dan anggota HTI di Sumenep. Duduk di deretan kursi undangan, Wakil Ketua DPRD Sumenep, KH. Wakir Abdullah. Dalam dialog tersebut hadir dua pembicara, yaitu Ustadz Syamsul Huda dari DPD HTI Jawa Timur dan Ustadz Fajar Hidayatullah dari HTI Sumenep. Dalam makalahnya, Ustadz Syamsul Huda mengatakan, bahwa kemiskinan, patologi sosial dan rezim yang korup menjadi penyebab terpuruknya negeri yang kita ciuntai ini. Ia berkeyakinan, Syariah Islam dapat membawa negeri ini menuju masa keemasannya. Bagaimanapun menurut Syamsul, Sistem Pemerintahan yang didasarkan dari Kitab Suci akan lebih baik dari Sistem Pemerintahan hasil pemikiran manusia. “Kita bisa lihat muncul dan runtuhnya Uni Soviet, bekas Negara Adidaya, pernah berjaya dengan paham Komunisnya. karena itu hanya hasil pemikiran dari seseorang, maka kita lihat bagaimana nasib Uni Soviet sekarang†tegas Syamsul. Kapitalisme dan liberalisme tidak bisa diberlakukan dalam Islam. Jika itu dilakukan, maka tidak akan dikenal lagi yang namanya halal dan haram.] Sementara Ustad Fajar sebagai pembicara kedua mengungkapkan pentingnya membangun suatu fondasi yang kuat jika Indonesia benar-benar akan menggunakan sistem Syariah dalam kehidupan pemerintahannya. Jika dianalogikan dengan sebuah bangunan rumah, maka pasak bumi harus dihunjamkan ke dalam bumi agar rumah tidak terbang disapu angin. Dialog ini digelar agar terbentuk dalam pemikiran masyarakat bahwa Islam merupakan solusi dalam menyelesaikan berbagai krisis yang terjadi di negeri ini. Selain di Kabupaten Sumenep HTI juga menggelar dialog Ramadhan di 36 kota di seluruh Jawa Timur. ( Ajie,Ong,Soek )