News Room, Rabu ( 30/09 ) Hilangnya rasa nasionalisme berbahasa Madura belakangan ini melahirkan kekhawatiran banyak pihak, terutama bagi orang Madura sendiri. Generasi muda sekarang enggan berbahasa Madura karena adanya pengaruh budaya dari luar.
Kabid Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Misbahul Munir, S.Pd. M.Pd kepada News Room mengatakan, solusi untuk menanggulangi masalah tersebut yang harus dilakukan pemasyarakatan bahasa Madura, kedua revitalisasi gerakan bahasa Madura, ketiga Bahasa Madura harus dijadikan muatan lokal dan keempat pengembangan bahasa Madura melalui kongres dan alat peraga.
Selanjutnya generasi muda yang enggan menggunakan Bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari tidak seluruhnya benar, sebab 80,3 persen lebih mempraktekkan Bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari27,5 persen menjadikan Bahasa Madura sebagai kebanggaan. ( JuP-01, Fer )