Sumenep-Kominfo News Room : “Selamatkan Anak Cucu Kita Dari Bencana Lingkungan†Demikian tema Hari Lingkungan Hidup tahun 2007 yang diungkapkan Pakar Lingkungan dan Energi Laut, dan Dosen Fakultas Kelautan ITS Surabaya, Dr. Ir. Mukhtasor, M.Eng pada acara interaktif di Radio Gema Sumekar (RGS) Sumenep, Selasa pagi (26/06). Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan hidup termasuk spesies manusia itu sendiri, kita diharuskan ramah pada lingkungan. Dan bentuknya harus disesuaikan dengan kondisi daerah kita masing-masing, bila suatu wilayah disektor lautnya lebih dominan, maka kesadaran tentang kelautan harus dijadikan salah satu prioritas yang penting. Semakin kita tidak ramah terhadap lingkungan, hidup kita semakin mahal. Oleh karenanya, lanjut Mukhtasor, penanganan lingkungan perlu adanya kebersamaan, baik itu masyarakat maupun pemerintah, dimana masyarakat harus memahami lingkungannya, sedangkan pemerintah harus selektif dalam memberikan ijin pengelolaan dan pengusahapun juga harus lebih sadar, jika lingkungan rusak, maka modal utama juga akan hancur dalam rangka strategis pembangunan secara berkelanjutan. Mukhtasor menjelaskan, lingkungan disekitar kita bukan milik umum, tetapi milik kita semua, maka bilamana kita ingin mengelolanya, hendaknya dikelola sebagaimana milik kita sendiri. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, khususnya dibidang kelautan, yakni adanya penambangan pasir laut illegal, pengrusakan dan pengambilan terumbu karang secara membabi buta harus kita selamatkan, serta pengrusakan dan pembalakan terhadap pohon mangrove harus betul-betul dijaga agar tidak terjadi abrasi dan lain sebagainya. Menurut Mukhtasor, tidak hanya laut, udara juga harus kita jaga agar tidak tercemar. Biasakan hidup kita hemat, pergunakan energi kita seperlunya, karena berhemat itu bagian dari pengelolaan lingkungan selain membantu ekonomi kita. Disinggung tentang bencana alam yang sering menimpa negeri kita, Mukhtasor berharap agar masyarakat selalu waspada, karena kita belum tahu, ada persoalan apa sebenarnya di bawah bumi kita ini, yang pada suatu saat nanti baru kita ketahui. (Soek, Esha)