News Room, Selasa ( 11/01 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep belum menerima hasil evaluasi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah dari Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum. Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keungan dan Aset Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Didik Untung Samsidi, MM mengatakan, hingga detik ini, Gubernur memang belum mengeluarkan hasil evaluasinya terhadap RAPBD Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2011. Penyebab evaluasi tersebut belum turun, karena ada tambahan bantuan keuangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Jawa Timur, yang harus dimasukkan dalam APBD Kabupaten Sumenep 2011. ”Tambahan dana yang berasal dari APBN yang pengelolanya dari pusat ke daerah, dan harus dimasukkan dalam APBD Kabupaten Sumenep, yakni dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp. 41 milyar di Dinas Pendidikan Sumenep, serta bantuan keuangan dari Propinsi Jawa Timur sebesar Rp. 5 milyar,”tegasnya. H. Didik Untung Samsidi menyatakan, dengan penambahan bantuan keuangan teresbut, kekuatan anggaran APBD Kabupaten Sumenep bertambah dari sebelumnya sebesar Rp. 1,14 trilyun. Pihaknya menyerahkan hasil pengesahan RPABD Kabupaten Sumenep 2011 pada Gubernur Jawa Timur pada tanggal 29 Desember 2010 lalu, sehingga diperkirakan evaluasi Gubernur Jawa Timur turun pada tanggal 18 Januari 2011 besok. “Kalau evaluasi Gubenur Jawa Timur selanjutnya dilakukan pengesahan APBD 2011, dan kami perkirakan APBD Kabupaten Sumenep pada bisa dilaksakan oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada akhir bulan ini,”ungkapnya. (Yasik, Esha)