News Room, Selasa ( 17/02 ) Masalah sampah menjadi persoalan hampir di semua daerah, termasuk di Kabupaten Sumenep. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat, telah menimbulkan bertambahnya volume sampah. Selain itu, jenis dan karakteristik sampah, juga semakin beragam, sehingga membutuhkan kader-kader lingkungan yang peduli terhadap persoalan tersebut.
Seperti halnya yang dilakukan salah seorang Kader Lingkungan Desa, Desa Kalimook Kecamatan Kalianget, Hasanudin. Baginya, untuk mengatasi persoalan sampah, harus dimulai dari rumah tangga, baru kemudian kepada lingkungan sekitar dan selanjutnya di lingkungan yang lebih luas lagi.
“Syukurlah, sejak 2 tahun berjalan dibentuknya kader lingkungan, khususnya di lingkungan Rukun Tetangga (RT) tempat tinggal saya, kepedulian masyarakat sekitar terhadap lingkungans semkain tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk memulai memang tidak mudah, namun harus dimulai dan dilakukan dari rumah tangga sendiri dulu, baru kemudian disampaikan dan dilakukan bersama masyarakat sekitar. Dan ketika terlihat manfaatnya, tentu semua akan memiliki keinginan dan kepedulian untuk melestarikan lingkungannnya.
Dijelaskan, awalnya dilakukan di RT.04 RW. 04 Perumahan Kalimook Desa Kalimook, pihaknya bersama warga lainnya membentuk Bank Sampah sebagai strategi, untuk membangun kepedulian masyarakat, agar bisa memahami manfaat dan tata cara pengelolaan sampah.
Selanjutnya diberikan edukasi tentang manfaat dan tata cara pengelolaan sampah. Sampah basah dijadikan kompos dan sampah kering disimpan di Bank Sampah.
“Hingga akhirnya masyarakat tahu, jika sampah kini tidak lagi menjadi masalah, tetapi bisa memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat,“tandasnya.
Ditambahkan, setelah mengetahui keberhasilan di RT-nya, akhirnya saat ini lingkungan sekitar termasuk dari Desa-desa lainnya di Sumenep mulai melakukan study banding ke Desanya. Dan menjadikan Desa Kalimook sebagai Duta Desa Peduli Lingkungan ke tingkat Jawa Timur di tahun 2015 ini. ( Ren, Esha )