Media Center, Minggu ( 22/07 ) Meskipun di hari Minggu Pemerintah Kabupaten Sumenep tetap bertekad untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat, buktinya di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuka pelayanan di Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day setiap Minggu pagi.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pihaknya sengaja membuka pelayanan pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor, sejatinya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik, sehingga masyarakat tidak hanya sekedar berolahraga saja di hari Minggu pagi.
“Kami (Pemkab Sumenep) berharap dukungan semua pihak untuk mensukseskan program ini, sebab masyarakat tidak sekedar berolahraga di Car Free Day, namun juga bisa mengurus keperluan terkait dengan pelayanan publik yang ada di lokasi.” tegas Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat peluncuran Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di Jln.Trunojoyo (depan Masjid Jamik Sumenep), Minggu (22/07).
Selain memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, menurut Bupati 2 periode ini, pihaknya berencana untuk mensinergikan kegiatan Pasar Minggu UMK dan UMKM di areal Car Free Day.
Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan sektor perekonomian masyarakat sehingga program Car Free Day itu, benar-benar memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Sumenep baik untuk kesehatan dan ekonomi.
“Saya masih mencoba menggabungkan Car Free Day ini dengan Pasar Minggu UMKM agar lokasinya dekat dengan area Car Free Day. Yang jelas tujuannya agar Car Free Day ini berdampak luar biasa terhadap kesejahteraan masyarakat.” imbuhnya.
Pelayanan publik yang tersedia di Car Free Day diantaranya perpustakaan keliling, perijinan, pajak kendaraan bermotor, konseling KB, pembuatan KTP dan akta lahir, cek kesehatan, pembayaran rekening air PDAM, pembuatan Kartu BPJS, dan donor darah.
Bupati mengajak masyarakat memanfaatkan Car Free Day setiap hari Minggu dengan mengajak keluarga dan kerabat, sebab progam ini bagian dari upaya pemerintah daerah menjadikan masyarakat lebih sehat.
“Termasuk anak-anak muda di Sumenep untuk menciptakan kegiatan positif di sepanjang Car Free Day, dengan berbagai penampilan seperti kesenian, budaya, olah raga dan sebagainya. Sehingga di Car Free Day ini ada event menarik yang bisa menarik minat masyarakat dan wisatawan berlibur ke Kabupaten Sumenep. Jadi semua pihak harus memastikan agar Car Free Day ini tidak hanya ramai satu atau dua bulan saja, namun terus berkelanjutan.” pungkasnya.
Dalam peluncuran Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day dilakukan penandatanganan komitmen bersama mendukung pelaksanaan Sumenep Car Free Day oleh Forkopimda Kabupaten Sumenep dan pelepasan balon udara. ( Yasik, Fer )