Media Center, Rabu ( 10/09 ) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep melalui 26 Puskesmas, terus melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR), di hari ke-13 imunisasi.
Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, mengungkapkan, progres cakupan ORI MR yang dilakukan di sejumlah Puskesmas di hari ke-13 dari total sasaran 73.969, tertanggal 09 September 2025, pukul 16.00 WIB kemarin, yang diimunisasi sudah 51.99 dengan cakupan 70,3 persen.
"Untuk sasaran usia 9 sampai 12 bulan 3.404, diimunisasi 2.111 cakupan 62,0 persen, untuk sasaran usia 12 sampai 47 bulan sasaran 31.237 diimunisasi 19.254 cakupan 61,6 persen, untuk sasaran usia 4-6 tahun sasaran 26.308, diimunisasi 20.219 cakupan 76,9 persen dan sasaran 7 tahun, untuk sasaran 13.020, diimunisasi 10.415 cakupan 80,0 persen, " jelas Ellya, Rabu (09/09/2025).
Untuk saat ini capaian tertinggi di Puskesmas Giligenting dari sasaran 1.565, jumlah anak diimunisasi 1.431 cakupan 91,4 persen. Sedangkan capaian terendah di Puskesmas Dungkek dari sasaran 2.362 yang diimunisasi 863 cakupan 36,5 persen.
Fardasah, mengapresiasi Puskesmas Giligenting dengan cakupan mencapai 88,6 persen, sehingga diharapkan ORI Campak Rubela kepada sasaran terus diintensifkan dengan koordinasi lintas sektor terkait, khususnya yang ada di kecamatan dan desa untuk melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi tersebut.
Bahkan, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep telah melakukan berbagai langkah, termasuk, penyediaan vaksin dan logistik kesehatan yang memadai. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan sektor terkait dalam pelaksanaan program imunisasi juga terus dilakukan.
"Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan campak. Penataan fasilitas kesehatan untuk menjamin adanya ruang isolasi bagi pasien campak," tambahnya.
Rencana Tindak Lanjut, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk terus memantau situasi ini dan memperkuat upaya pencegahan melalui survei epidemiologi berkelanjutan dan analisis data kasus.
Selain itu, kami juga melakukan penyuluhan kesehatan yang melibatkan masyarakat dan tokoh lokal, untuk meningkatkan kesadaran akan imunisasi. Serta tindakan preventif di wilayah berisiko tinggi dan penanganan intensif bagi kasus yang teridentifikasi.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada terhadap gejala campak, dan segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala. Kesadaran dan kepatuhan terhadap program imunisasi merupakan langkah penting dalam menanggulangi wabah ini," paparnya.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi layanan informasi kesehatan resmi kami.
Kontak Media: Dinas Kesehatan P2KB Sumenep
Email: survim.dinkessumenep@gmail.com
Telepon: +6878 5014 2764. ( Ren, Fer )