Media Center, Sabtu ( 06/09 ) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep melalui 26 Puskesmas terus melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR), di hari ke-11.
Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, mengungkapkan, progres cakupan ORI MR yang dilakukan di sejumlah Puskesmas di Kabupaten Sumenep di hari ke-11, dari total sasaran 73.969, tertanggal 05 September 2025, pukul 16.00 WIB kemarin, diimunisasi sudah 44.944 cakupan 60,8 persen.
"Untuk sasaran usia 9 sampai 12 bulan 3.404, diimunisasi 1.643 cakupan 48,3 persen, untuk sasaran usia 12 sampai 47 bulan, sasaran 31.237, diimunisasi 14.557 cakupan 46,6 persen. Untuk sasaran usia 4-6 tahun sasaran 26.308, diimunisasi 19.019 cakupan 72,3 persen, dan sasaran 7 tahun, untuk sasaran 13.020, diimunisasi 9.725 cakupan 74,7," jelas Ellya, Sabtu (06/09/2025).
Untuk saat ini, capaian tertinggi di Puskesmas Giligenting dari sasaran 1.565, jumlah anak, diimunisasi 1.371 cakupan 87,6 persen. Sedangkan capaian terendah di Puskesmas Dungkek dari sasaran 2.362, diimunisasi 576 cakupan 24,4 persen.
Fardasah, mengapresiasi Puskesmas Giligenting dengan cakupan mencapai 87,6 persen, sehingga diharapkan ORI Campak Rubela kepada sasaran terus diintensifkan dengan koordinasi lintas sektor terkait, khususnya yang ada di kecamatan dan desa, untuk melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi campak.
Bahkan, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep telah melakukan berbagai langkah, termasuk, penyediaan vaksin dan logistik kesehatan yang memadai. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan sektor terkait dalam pelaksanaan program imunisasi.
"Edukasi terus dilakukan kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan campak. Selain itu, kami melakukan penataan fasilitas kesehatan untuk menjamin adanya ruang isolasi bagi pasien campak," tambahnya.
Rencana Tindak Lanjut, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk terus memantau situasi ini dan memperkuat upaya pencegahan melalui survei epidemiologi berkelanjutan dan analisis data kasus.
Penyuluhan kesehatan yang melibatkan masyarakat dan tokoh lokal, untuk meningkatkan kesadaran akan imunisasi, serta tindakan preventif di wilayah berisiko tinggi dan penanganan intensif bagi kasus yang teridentifikasi.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada terhadap gejala campak, dan segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala. Kesadaran dan kepatuhan terhadap program imunisasi merupakan langkah penting dalam menanggulangi wabah ini," paparnya.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi layanan informasi kesehatan resmi kami.
Kontak Media: Dinas Kesehatan P2KB Sumenep
Email: survim.dinkessumenep@gmail.com
Telepon: +6878 5014 2764. ( Ren, Fer )