News Room, Jumat ( 07/02 ) Tingginya permintaan konsumen terhadap sembilan bahan pokok (sembako), membuat harga masih tinggi. Harga di pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, selama sepekan ini tidak ada perubahan. Hasil pantauan petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, di Pasar Anom Baru dan Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, diketahui bahwa harga komoditi, seperti daging sapi masih bertahan Rp. 110.000,00 per-kilogram. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag, Heni Yulianto, menjelaskan, tingginya harga daging sapi itu bertahan sejak pertengahan Januari kemarin hingga pekan pertama Pebruari ini. "Masih tingginya harga daging sapi tersebut, disebabkan harga beli sapinya juga mahal. Makanya harga daging bertahan di angka Rp. 110.000,00, dari harga normal Rp. 100.000,00 per-kilogram,"kata Heni, Jumat (07/02). Selain itu, harga yang masih belum ada perubahan juga terjadi pada harga ayam kampung Rp. 55.000,00 per-kilogram, dan ayam broiler Rp. 30.000,00 per-kilogram. "Untuk ayam broiler harganya tergolong tinggi juga, karena normalnya antara Rp. 26.000,00 hingga Rp. 27.000,00 per-kilogram. Faktornya, permintaan konsumen meningkat selama 2 pekan terakhir ini,"terangnya. Ia mengungkapkan, bagi komoditas yang mengalami kenaikan harga terjadi pada beras merk ikan paus, dari Rp. 212.000,00 menjadi Rp. 222.000,00 per 25 kilogram, merk lima jaya super seharga Rp. 200.000,00 dari Rp. 195.000,00 per 25 kg dan bawang merah naik dari Rp. 14.000,00 menjadi Rp. 15.000,00 per-kilogram. "Harga beras dan bawang merah itu naik akibat puluhan hektar terendam banjir, sehingga gagal tanam. Sedangkan permintaan masih tinggi,"ungkapnya. Sementara komoditas yang turun harga terjadi pada cabe merah besar dari Rp. 24.000,00 menjadi Rp. 22.000,00 per-kilogram, cabe merah kecil biasa turun harga Rp. 30.000,00 dari Rp. 34.000,00 per-kilogram, cabe rawit seharga Rp. 28.000,00 dari Rp. 30.000,00 per-kilogram dan tomat Rp. 3.000,00 dari Rp. 6.000,00 per-kilogram. ( Nita, Esha )