Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-09-2013
  • 743 Kali

Harga Kedelai Impor Di Sumenep Capai Rp. 10.000,00/Kilogram

News Room, Selasa ( 03/09 ) Harga kedelai impor disejumlah pasar tradisional Sumenep naik. Sebelumnya harga kedelai impor hanya Rp. 9.000,00, namun kini mencapai Rp. 10.000,00 per-kilogramnya. Sementara, harga kedelai lokal tetap Rp. 8.000,00 per-kilogramnya. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Heni Yulianto, SE mengatakan, kenaikan harga kedelai impor itu terjadi sejak tanggal 27 Agustus 2013 hingga sekarang. Diduga, sebagai dampak makin tingginya nilai tukar uang dolar terhadap rupiah yang terus melemah. “Pada pekan terakhir Agustus kemarin, harga kedelai impor masih Rp. 9.000,00, tapi sejak tanggal 27 Agustus 2013 sampai awal September 2013 ini, bertahan diangka Rp.10.000,00 per-kilogram. Tapi, untuk harga kedelai lokal tetap Rp. 8.000,00 per-kilogramnya,”kata Heni Yulianto, Selasa (03/09). Selain dampak melemahnya rupiah, lanjut Heni, diduga juga pelaku usaha tahu tempe banyak menggunakan kedelai impor dibandingkan lokal, sebab hasil produksi dan kwalitasnya lebih bagus. Sementara, kedelai lokal kurang diminati pelaku usaha lantaran kurang menguntungkan pelaku usaha. “Faktor lain bisa akibat meningkatnya penggunaan kedelai impor oleh pelaku usaha tahu-tempe,”terangnya. Ia juga mengungkapkan, untuk harga komoditas lainnya, masih stabil namu cenderung turun, seperti harga daging sapi Rp. 90.000,00 dari sebelumnya Rp. 95.000,00, daging ayam kampung Rp. 55.000,00, sebelumnya Rp. 70.000,00, daging ayam broiler Rp. 30.000,00, sebelumnya Rp. 34.000,00. “Ada sebagian komuditas di pasaran yang turun, seperti daging sapi, ayam kampung dan ayam broiler,”ungkapnya. Sedangkan harga beras tetap, seperti merk ikan paus seharga Rp. 219.000,00 per 25 kilogram, merk Lima Jaya Super ukuran 25 kilogram seharga Rp. 200.000,00, dan harga gula pasir putih Rp. 11,500,00 per-kilogram, gula pasir merah Rp. 11.000,00. ( Nita, Esha )