Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-07-2011
  • 1521 Kali

Harga Beras Di Sumenep Tetap Tinggi, Rp. 192.000,00

News Room, Senin (18/07) Harga beras di Kabupaten Sumenep, hingga pekan ketiga bulan Juli 2011, masih tetap tinggi mencapai Rp. 192.000,00 per-25 kilogram. Sesuai hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, dari pasar tradisional di Bangkal dan pasar Anom, pada Senin (18/07) pagi, harga beras tetap tinggi, namun tidak mengalami kenaikan sama seperti pekan sebelumnya, yakni Rp. 192.000,00 per-25 kilogram, untuk merk Ikan Paus. Kabid Perdagangan Disperindag Sumenep, Drs. Ec. A. Tirmidi, MM menjelaskan, harga beras tanpa merk (curah) memang mengalami fluktuasi, dari Rp. 6.000,00 menjadi Rp. 6.500,00 per-kilogram. “Tingginya harga beras ini, dipicu meningkatnya kebutuhan konsumen. Biasanya menjelang bulan puasa, kebutuhan beras bertambah, apalagi menjelang lebaran nanti,”kata Tirmidi, pada wartawan di kantor Disperindag Sumenep, Senin (18/07). Ia juga mengemukakan, kenaikan harga beras tersebut, baik yang bermerk maupun curah, masih dalam taraf normal. “Kami menilai harga beras itu masih diambang batas kewajaran. Jadi, belum perlu dilakukan operasi pasar. Tapi, kami selalu berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, terkait fluktuasi harga beras tersebut,”terangnya. Untuk persediaan beras di Sumenep, hingga 2 bulan kedepan masih aman. Selain beras, kata Tirmidi, komoditi yang mengalami kenaikan, juga terjadi pada bawang putih, dari harga Rp. 7.000,00, naik menjadi Rp. 7.500,00 perkilogram. Kemudian diikuti telur ayam kampung, harganya sekarang Rp. 1.600,00 dari sebelumnya seharga Rp. 1.400,00 perbutir, serta harga telur ayam broiler Rp. 850,00 naik sebesar Rp. 900,00 perbutir. ( Nita, Esha )