News Room, Kamis ( 27/05 ) Keinginan PT.Garam dalam upaya pendekatan kepada masyarakat, utamanya di Desa Nambakor dan Desa Patean yang selama ini mempersoalkan meluapnya penutupan aliran sungai di Desa Nambakor, direspon positif tokoh masyarakat Kecamatan Saronggi, H. Masruki. Menurut Pria yang juga anggota DPRD Sumenep ini, jalan damai memang lebih baik dari pada menempuh jalur hukum dan sebagainya. “Kalau kami cerna, ketika melakukan hearing dengan Komisi C kemarin, sepertinya PT. Garam mulai lunak dan akan menindaklanjuti dengan melakukan musyawarah melalui perangkat kedua Desa tersebut. Semoga jalan tengah bisa ditempuh,†ujarnya kepada News Room, Kamis pagi tadi (27/05), di Gedung Dewan. Sebab, jika persoalan itu terus berkepanjangan, yang rugi masyarakat sendiri. Sebab, akan terus mempersoalkan lahannya yang selama ini diakui tergenang air karena dampak dari penutupan aliran sungai tersebut. Sedangkan untuk PT. Garam sendiri jelas akan mendapatkan dampak, jika kegiatannya selalu dipersoalkan. Dijelaskan oleh Masruki, bahwa PT. Garam sebaiknya memang bisa memberikan semacam ganti rugi atau apapun namanya. Sehingga masyarakat tidak merasa terlalu dirugikan akibat dampak penutupan saluran air itu. Masyarakat pun nantinya tidak menuntut terlalu banyak apabila pihak PT. Garam sudah bisa mengakui dan menyelesaikan persoalan dengan jalan tengah. “Kami berharap persoalan ini segera bisa ditindaklanjuti, sehingga tidak terjadi gejolak kembali seperti sebelumnya. Dan solusi alternatif kedepan bisa diselesaikan dengan musyawarah bersama,â€Âpungkasnya. ( Ren, Adjie )