Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-05-2009
  • 615 Kali

Harapkan Jembatan Bambu Jadi Jembatan Beton

News Room, Kamis ( 28/05 ) Keberadaan jembatan bambu diatas sungai besar di Desa Billapora Rebba Kecamatan Lenteng membutuhkan perhatian Pemerintah Daerah untuk diajukan ke Propinsi Jawa Timur, guna dilakukan pembangunan jembatan beton sepanjang sekitar 22 meter. Sebab, selama puluhan tahun jembatan bambu yang lebih dikenal dengan nama Jembatan Taman itu sudah sering dilakukan tambal sulam untuk mempertahankan keberadaan jembatan yang sebenarnya sangat tidak layak untuk dilewati orang, apalagi dengan menggunakan motor dan sebagainya. Kepala Desa Billapora Rebba, Mohammad Sarrap ketika ditemui News Room mengaku sudah seringkali masuk dalam Musrenbangdes, dan Musrenbangcam untuk memasukan pembangunan jembatan tersebut menjadi prioritas utama pembangunan Desa. Menurutnya, pihaknya juga sudah banyak konsultasi dengan Dinas PU, terkait kebutuhan masyarakat itu. Namun, ternyata untuk pembangunan jembatan dengan skala besar, paling tidak dianggarkan melalui APBD Propinsi maupun Pusat. "Kami berharap Musrenbang ditingkat Desa hingga Propinsi Jatim, usulan pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Dusun Daya Sungai dengan Dusun Taman menjadi pertimbangan,"ujar Sarrap. Dijelaskan, selama ini transportasi masyarakat yang melintasi jembatan bambu itu cukup padat. Karena itu, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. sebab, awal dibuatnya jembatan bambu tersebut hanya semata-mata untuk menghubungkan masyarakat di 2 Dusun itu saja. Namun, lama kelamaan bahkan justeru menjadi jembatan alternatif yang banyak digunakan oleh masyarakat diluar kedua Dusun tersebut. Bahkan, diakui Sarrap, sebagian masyarakat Desa Lembung Barat, Lenteng Barat dan Benaresep Barat juga sering melintasi jembatan bambu tersebut. Karena itu, meskipun jalan menuju jembatan tersebut bukan merupakan jalan Propinsi dan pusat, namun setidaknya akan menjadi jembatan alternatif untuk menghubungkan transportasi antar Desa di Kecamatan Lenteng. Diceritakan Sarrap, selama ini di Dusun Taman terdapat Makam "Bujuk" Gung Abdillah dan anaknya Nyi Sunni, yang konon merupakan keturunan salah seorang putri Sunan Giri. Selama ini banyak di ziarahi oleh masyarakat didalam dan luar Kabupaten Sumenep. Bahkan, dalam sejarahnya, di daerah tersebut terdapat tempat bermandinya para putri keraton dimasa pemerintahan Sultan Abdurrahman. Hingga saat ini, meskipun tamannya sudah tidak berair, di daerah tamansari ini diakui banyak wanita cantiknya. Karena dipercaya sumur-sumur yang ada disekitarnya merupakan pengganti air dari tamansari. ( Ren, Esha )