Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-03-2019
  • 738 Kali

Hadapi Era Society 5.0, Diharapkan Pemerintahan Desa Siapkan SDM

Media Center, Sabtu ( 16/03 ) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KH. Bahauddin Mudhary (STIEBA) Madura menggelar Seminar Nasional Pemerintahan Desa Menghadapi Era Society 5.0.

Pada kesempatan itu penyelenggara menghadirkan tiga tokoh nasional sebagai narasumber yakni Taufik Madjid, S.Sos, M.Si,  Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Dr. Achsanul Qosasi anggota III BPK RI dan Prof. Prijono Tjiptoherijanto, SE, MA, Ph.D Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pemerintah daerah mengapresiasi diadakannya seminar nasional itu, alasannya melalui seminar bisa meningkatkan informasi bagi pihak terkait pembangunan desa agar menjadi referensi pengelolaan desa di masa mendatang.

“Semoga seminar itu memberikan pencerahan kepada kita semua terutama pemerintahan desa sebagai persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) desa dan memperkuat jaringan dengan desa lain yang lebih maju.” kata Bupati saat membuka seminar di Kampus STIEBA Madura di Kecamatan Batuan, Sabtu (16/03/2019).

Ia menyatakan, era society 5.0 tantangannya adalah kesiapan SDM akibat belum sepenuhnya mampu menguasai teknologi informasi, sehingga pemerintah kecamatan dan desa sejak saat ini, mulai mempersiapkan diri meningkatkan pengetahuan teknologi informasi.

“Saya harapkan pihak kecamatan dan desa memacu penyiapan SDM untuk memanfaatkan teknologi informasi menuju era society 5.0, supaya desanya tidak terbelakang dari kemajuan.” imbuh Bupati dua periode ini.

Pada seminar itu Taufik Madjid, S.Sos, M.Si Dirjen PPMD Kemendes PDTT menyampaikan materi tentang Kesiapan Desa Menghadapi Society 5.0 dan Prof. Prijono Tjiptoherijanto, SE, MA, Ph.D Guru Besar FEB UI menyampaikan tentang Teori Pembangunan Ekonomi Daerah.

Bupati mengungkapkan, era society 5.0 telah menjalar di semua negara maju sedangkan di Indonesia masih berkutat dengan era revolusi 4.0, karena itu pemerintah saat ini terus mengembangkan peran dan kemampuan skill sumber daya manusia untuk mengisi era industri 4.0.

“Di era society 5.0 seluruh teknologi penginderaan, robotika, komunikasi, dan big data akan menyatu menjadi solusi untuk berbagai masalah yang sebelumnya dianggap tidak dapat terpecahkan, termasuk juga dalam meningkatkan pembangunan desa.” pungkas suami Nurfitriana ini.

Seminar Nasional Pemerintahan Desa Menghadapi Era Society 5.0 yang digagas STIEBA Madura melibatkan 18 camat dan 18 kepala desa di Kabupaten Sumenep. ( Yasik, Fer )