Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-03-2016
  • 421 Kali

Guru Kepulauan Bolos, DPKS Nilai Disdik Kurang Tegas

News Room, Kamis ( 10/03 ) Hingga saat ini Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) masih menemukan banyaknya guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di wilayah Kepulauan, sering membolos.

Anggota DPKS, Drs. H. RB. Nurul Hamzah, M.Pd menilai, membolosnya guru di kepulauan itu merupakan tindakan kejahatan intelektual terstruktur. Sebab, selama ini tidak ada tindakan tegas dari Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

“Itu memang fakta, bukan hanya opini masyarakat. Sebab, kami sudah turun langsung ke kepulauan. Kami katakan, ini kejahatan intelektual terstruktur,”kata H. Nurul Hamzah, Kamis (10/03).

Ia menuturkan, untuk menekan persoalan tersebut perlu adanya pendekatan secara sistem yang harus dirancang oleh Disdik sebagai pemangku kepentingan, agar bisa memotivasi guru yang malas. “Cobalah Disdik itu bersikap tegas. Kami yakin, guru di kepulauan akan berubah dan rajin mengajar,"terangnya.

Ia mengungkapkan, jika dilihat dari kesejahteraan para guru yang bertugas di kepulauan, sudah bagus. Karena setiap guru bisa mendapatkan 3 hingga 4 kali gaji setiap bulannya meliputi gaji pokok dan tunjangan-tunjangan yang lain. “Mestinya bisa merubah pola kerja para guru di kepulauan,"ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Ahmad Shadik, M.Si mengatakan, bahwa Disdik tidak maksimal melakukan penindakan terhadap guru PNS nakal yang bertugas di wilayah Kepulauan, itu tidak benar. “Karena sudah banyak guru PNS yang mendapatkan sanksi, bahkan ada 2 guru yang dipecat, karena tidak menaati aturan,” tukasnya. ( Nita, Esha )