Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-11-2012
  • 522 Kali

GP Anshor Datangi Partai Demokrat, Tuntut Sutan Minta Maaf

News Room, Rabu ( 28/11 ) Puluhan anggota Gerakan Pemuda (GP) Anshor Sumenep, Rabu (28/11) pagi, mendatangi Sekretariat DPC Partai Demokrat setempat. Mereka menuntut salah satu kader partai tersebut, Sutan Bhatoegana, meminta maaf secara terbuka pada warga NU. Ketua GP Anshor Sumenep, Muhri Zain mengatakan, pernyataan Sutan terkait almarhum KH. Abdurrahman Wachid, atau Gus Dur, sudah menyinggung warga Nahdliyin. "Kami sangat menyesalkan pernyataan Sutan yang sudah melecehkan almarhum Gus Dur yang sangat kami hormati. Gus Dur mundur sebagai Presiden, murni bukan terbelit masalah hukum. Bagi kami, beliau adalah sosok yang lebih dari sekedar Presiden, Kyai, dan Negarawan sejati. Gus Dur lebih dari itu,"kata Muhri, Rabu (28/11). Muhri mengungkapkan, sikap Sutan yang terkesan tidak bersalah atas pernyataannya itu, makin menyakiti hati sleuruh rakyat Indonesia. "Makanya kami menyampaikan surat tuntutan GP Anshor, agar Sutan Bhatoegono secara pribadi dan institusi, meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Permintaan maaf itu harus disampaikan secara terbuka, tidak hanya secara pribadi, tetapi juga secara institusi dalam hal ini Partai Demokrat, karena kami merasa ada yang melindungi Sutan,"terangnya. Surat tersebut, kata Muhri, sudah disampaikan pada pimpinan Partai Demokrat Sumenep. "Kalau tuntutan kami tidak kunjung diindahkan, kami akan menggalang massa lebih besar untuk melakukan aksi. Karena, banyak elemen bangsa yang merasa tersakiti dan tersinggung dengan pernyataan Sutan Bhatoegana. Tidak hanya warga NU. Tapi banyak elemen bangsa yang lain,"ungkapnya. Sutan Bhatoegana menuai kecaman keras seetelah mengeluarkan pernyataan jika Gus Dur turun dari kursi Kepresidenan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate. Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep, Djoni Tunaidi mengaku sepakat dengan pendapat GP Anshor, jika Gus Dur diturunkan dari kursi kepresidenan karena persoalan politik, dan bukan persoalan hukum. "Buktinya sampai saat ini tidak pernah ada kasus hukum yang melibatkan Gus Dur. Karena itu, kami siap untuk menyampaikan aspirasi GP Anshor tersebut, kepada DPP Partai Demokrat, dan Sutan Bhatoegana secara pribadi,"pungkasnya. ( Nita, Esha )