News Room, Senin ( 26/09 ) Dinas Sosial Kabupaten Sumenep setiap tahun terus menggalang kerjasama kegiatan sosial dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sumenep, dalam rangka membantu terpenuhinya ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sumenep. Seperti halnya dengan menganggarkan kegiatan sosialisasi dan donor darah sukarela pada lembaga pendidikan. Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Arief Santoso, SH kepada News Room, Senin (26/09) mengungkapkan, sedikitnya ada 4 lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep yang menjadi sasaran sosialisasi dan kegiatan donor darah sukarela yang dilakukan bersama UTD PMI Sumenep. Untuk tahun 2011 ini, yakni dilaksanakan di SMAN 2 Sumenep, SMK Sumenep, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, dan MA Al-Karimiyah Braji. Yang masing-masing lembaga diharapkan menghimpun sebanyak 50 pendonor, baik siswa maupun guru di lembagaq pendidikan tersebut. “Kami mulai laksanakan hari ini di SMAN 2 Sumenep yang rupanya responm siswa dan guru pendonor sangat banyak, karena memang dibuka secara sukarela yang sebelumnya diberikan sosialisasi.”ujarnya. Arief Santoso berjanji, kegiatan sosial tersebut terus akan dilakukan sehingga dapat mengurangi kesulitan UDT PMI Sumenep dalam memperoleh donor darah. Sebagai, penyemangat bagi para pendonor tetap diberi jaminan pengganti tenaga, seperti susu dan makanan sehat serta cendramata kaos agar terus bersemangat menjadi relawan darah. Melalui kegiatan sosialisasi dan donor darah sukarela yang dilaksanakan dalam beberapa tahun ini selama ini menurut Arif Santoso cukup efektif dan bisa menambah perolehan donor darah di UTD PMI Sumenep. Karena itu diharapkan lembaga lainnya bisa berpartisipasi melaksanakan kegiatan yang sama. Sementara Kepala UTD PMI Cabang Sumenep, dr. H. Moh. Saleh, AS mengaku sangat merespon upaya Dinas Sosial Kabupaten Sumenep yang terus memprogramkan kegiatan sosialisasi donor darah di lembaga-lembaga pendidikan di Sumenep. “Kami memang berharap lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta ikut mendukung program donor darah yang digalakkan PMI sebagai kegiatan kemanusiaan,”ujarnya. Sebab, seringkali PMI kewalahan dalam pengadaan darah kepada pasien yang membutuhkan darah dengan segera. Dan melalui kegiatan sosialisasi dan jemput bola, pengadaan darah di UTD PMI Sumenep bisa tertanggulangi. ( Ren, Esha )