News Room, Kamis ( 12/03 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak berdiam diri dalam meningkatkan produksi rumput laut. Terbukti, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep, menggandeng Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam usaha mengembangkan budidaya rumput laut di wilayah setempat.
Kepala DKP Sumenep, Ir. Moh Jakfar, MM menjelaskan, kerjasama dengan BPWS itu guna mendatangkan investor dari Austria, termasuk konsultannya.
"Kami sengaja menggandeng BPWS, guna mendukung pengembangan rumput laut di Sumenep,”kata Jakfar, Kamis (12/03).
Menurut Jakfar, budidaya rumput laut di Sumenep ini harus dikembangkan, karena dipastikan akan menambah kesejahteraan ekonomi, utamanya masyarakat pesisir.
“Kalau budidaya rumput laut dikelola dengan baik, kami yakin bisa meningkatkan ekonomi warga pesisir. Walaupun bukan pekerjaan pokok, tapi cukup membantu peningkatan ekonomi masyarakat,”terangnya.
Ia mengungkapkan, potensi pengembangan budidaya rumput laut di Sumenep ada di 12 Kecamatan, namun hingga saat ini yang dikelola dengan baik, hanya 9 Kecamatan daratan dan kepulauan, diantaranya Kecamatan Saronggi, Bluto dan Kecamatan Talango.
“Sistem budidaya rumput laut di daratan dan kepulauan tidak sama. Untuk budidaya di kepulauan, petani rumput laut menggunakan alat longline. Sedangkan petani di wilayah daratan menggunakan ancak,”ungkapnya. ( Nita, Esha )