Media Center, Minggu ( 12/10 ) Ratusan anak mengikuti Festival Anak Sholeh (FAS) di berbagai lomba, di antaranya Pildacil, cerdas cermat, adzan, qiroah, dan mewarnai, yang diinisiasi Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sumenep.
Ketua DPD LDII Kabupaten Sumenep Musaheri mengatakan, Festival Anak Sholeh bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sarana pembentukan karakter anak yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Karena itu, kegiatan ini sebagai bentuk penilaian atas pembinaan generasi muda di setiap PAC lembaganya, dalam perkembangan anak mengenai akhlak, pemahaman agama, serta kemampuan berkreasi dan berwirausaha.
“Kami ingin melihat sejauh mana pembinaan yang dilakukan di tingkat bawah berhasil menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemandirian kepada anak-anak,” kata Musaheri di sela-sela Pembukaan Festival, di Halaman Kantor DPD LDII Kabupaten Sumenep, Minggu (12/10/2025).
Saat ini, generasi muda menghadapi tantangan besar di era digital, dengan kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring nilai-nilai positif, sehingga pihaknya berkomitmen meningkatkan pembinaan, melalui berbagai kegiatan yang melibatkan lembaga pendidikan, keagamaan dan kegiatan positif lainnya di bawah naungan LDII.
“Kami yakin, jika anak-anak dibina dengan baik sejak dini, tentu saja mereka masa depannya tumbuh menjadi generasi yang religius, cerdas, kreatif, dan siap membangun daerah,” terangnya.
Pihaknya mengharapkan, kegiatan ini menjadi semangat dan motivasi bagi para generasi muda LDII, mengembangkan potensi diri demi melahirkan inovasi dan karya nyata untuk masa depan
“Anak muda harus berkarya serta siap menghadapi kesulitan bahkan kegagalan, karena keberhasilan sering lahir dari kegagalan dan kegagalan itu kesuksesan yang tertunda,” tandasnya.
DPD LDII Kabupaten Sumenep selain mengadakan Festival Anak Sholeh yang diikuti sebanyak 175 anak, juga melangsungkan Bazar UMKM yang diikuti oleh PAC jajarannya, mengusung tema “Mewujudkan SDM Profesional Religius Melalui Pembentukan Luhur dan Kemandirian Generasi Penerus".
“Sembilan PAC menampilkan karya dan bazar mereka, bahkan menampilkan lebih dari satu stand, seperti PAC Paberasan menghadirkan tiga stand sekaligus, karena besarnya jumlah peserta,” pungkasnya.
“Sebenarnya ada 13 PAC dan empat Penanggung Jawab (PJ), tapi yang tampil sesuai kemampuan ada sembilan PAC,” pungkas Musaheri. ( Yasik, Fer )