Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-01-2011
  • 482 Kali

ESDM Menilai, Dugaan Tumpahan Minyak Hanyalah “Endel”

News Room, Senin ( 17/01 ) Dugaan adanya tumpahan minyak yang ditemukan masyarakat diseputar peraiaran Desa Pagarbatu Kecamatan Saronggi, yang sempat meresahkan masyarakat dalam beberapa hari ini, ternyata dipastikan bukan merupakan minyak. Namun, lebih tepatnya semacam kuman air yang biasa disebut masyarakat setempat dengan sebutan “endel”. Kepala Kantor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengungkapkan berdasarkan hasil tinjauan langsung ke lapangan bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep, memastikan jika benda di air yang selama ini dianggap minyak ternyata bukan. Bahkan, pihak PT. Santos sendiri menurut H. Suprayugi sudah melakukan pengecekan ke berbagai lokasi mesin bor yang ada di Kepulauan Giligenting, dan memastikan tidak ada yang mengalami kebocoran dan sebagainya. “Memang bentuknya sekilas seperli melekul minyak, yang putih kekuning-kungingan, seperti bayi ubur-ubur berbentuk seperti kelereng bahkan lebih kecil lagi,”jelas H. Suprayugi. Sebenarnya tegas mantan Kabag Ekonomi Setkab Sumenep ini, masyarakat disekitar pantai sudah mengetahui adanya “endel” itu jauh sebelum PT. Santos ada disana. Hanya saja, saat ini “endel” tersebut jumlahnya cukup banyak dan disinyalir mengganggu ekosistem laut yang ada. Seperti halnya ikan-ikan yang banyak mati, bahkan para pengusaha rumput laut juga mengeluhkan rumput lautnya berubah warna agak putih dan sebagainya. Namun, “endel” itu belum diketahui jenis ikan, seperti ubur-ubur atau hanya kotoran air saja. Sebab, ketika dipegang tidak bereaksi sama sekali, dan ketika dipencet hanya keluar air seperti biasa dan tidak ada tanda-tanda ada kulit maupun daging yang menunjukkan mahluk hidup. Yang tercium hanya baunya saja yang kurang enak. “Mudah-mudahan segera cepat hilang dan punah ditelan ombak, karena menurut keterangan yang kami himpun, setiap tahun “endel” itu memang ada, utamanya di musim hujan. Hanya saja, kali ini sangat banyak dan itu masih dalam penelitian kami,”pungkasnya. ( Ren, Esha )