Media Center, Kamis ( 25/01 ) Untuk memaksimalkan pengelolaan dana-dana yang masuk ke Desa, khususnya di Kabupaten Sumenep pada tahun 2018 ini diharapkan melaksanakan program inovasi Desa sesuai dengan harapan Kemendes, agar Dana Desa (DD) bisa digunakan secara optimal dan lebih efektif untuk pembangunan Desa.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM kepada Media Center, Kamis (25/01).
Menurutnya, Dana Desa yang di programkan pemerintah sejak tahun 2015 itu jumlahnya terus meningkat setiap tahun, sehingga pengelolaannya harus benar-benar optimal.
“Dana Desa bisa dikelola sesuai dengan 4 bidang prioritas, yakni Produk Unggulan Desa (Prukades), BUMDes, Embung, dan Sarana Prasarana Olahraga, serta kegiatan dalam peningkatan sumber daya manusia,” jelasnya.
Ditambahkan, dalam Program Inovasi Desa dilakukan dengan mengembangkan inovasi yang aplikatif, yakni dari potensi yang dimiliki Desa itu sendiri, untuk pengembangan ekonomi lokal, sehingga bisa membantu percepatan kemajuan dan kemandirian Desa.
Jadi, menurut H. Masuni, produk unggulan yang ada di Desa bisa dikembangkan, sehingga bisa menambah pendapatan Desa. Seperti halnya di sejumlah Desa yang memiliki potensi produk lokal di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget dengan produk unggulan krupuk amplang, sedang di Desa Kalianget Timur dengan potensi kerajinan alat rumah tangga, seperti wajan dan lain-lain.
“Bahkan melalui BUMDes sebagai tulang pungggung ekonomi Desa harus bisa menampung dan mewarnai ekonomi masyarakarat Desa dengan berbagai bentuk usaha yang intinya bisa mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. ( Ren, Esha )