Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-10-2013
  • 1521 Kali

Ditemukan Tewas Tersangkut Keramba Rumput Laut

News Room, Jum’at ( 18/10 ) Pencarian terhadap satu korban tenggelamnya Perahu Layar Motor (PLM) Monalisa yang diterjang ombak di sekitar perairan Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, akhirnya menuai hasil. Seli, (49) Warga Pulau Giligenting, korban hilang saat PLM tenggelam itu, ditemukan tewas dalam kondisi terjepit di Keramba Rumput Laut yang berjarak 500 meter dari pelabuhan rakyat Talebung, Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Jum’at (18/10) pagi. Mayat korban ditemukan oleh Jupri (30) salah seorang nelayan setempat sekitar pukul 06.00 pagi, hendak mengambil jaring apung yang di pasang, namun saat tengah melewati keramba rumput laut, dia melihat tubuh terapung dengan kondisi sudah membusuk. Melihat temuan tersebut Jupri langsung kembali ke darat dan melaporkan temuannya kepada Kepala Desa setempat yang diteruskan hingga ke Polsek Saronggi. “Tadi saya hendak mengambil jaring, tapi sewaktu lewat keramba ada mayat” tuturnya. Jupri mengaku takut untuk membawa mayat tersebut ke darat, sehingga membiarkannya berada ditengah laut hingga pihak kelaurga korban yang mendengar informasi itu datang dari Pulau Giligenting membawa pulang jenazah korban pada pukul 8.30 WIB. Sementara Kapolsek Saronggi, AKP Bahril Manan membenarkan jika ada penemuan mayat di wilayahnya, dan setelah mendapatkan keterangan dari pihak keluarga dan sejumlah saksi, mayat tersebut benar merupakan jenazah Seli, warga Pulau Giligenting yang menjadi korban tenggelamnya PLM Monalisa sehari sebelumnya di perairan Desa Tanjung sekitar 3 kilometer dari lokasi penemuan mayat. “Setelah kami croscek di lapangan dan keterangan salah satu keluarga korban, jenazah tersebut benar Seli, korban kapal tenggelam PLM Monalisa,”ungkapnya. Ia mengungkapkan, jasad korban langsung dibawa pulang oleh keluarganya, tanpa dilakukan visum luar. "Keluarga korban tidak menginginkan korban di visum. Tapi kami akan tetap melakukan koordinasi dengan Polsek Giligenting untuk mendapatkan laporan visum luar,"pungkasnya. Sebelumnya PLM Monalisa yang bermuatan 7.000 genting, Rabu (16/10) petang sekitar pukul 17.00 WIB, berangkat dari pelabuhan Kalianget menuju Pulau Giligenting, namun ditengah perjalanan di sekitar perairan Desa Tanjung, tiba-tiba ombak besar menghantam lambung kapal dan membuat kapal terbalik dan memuntahkan semua penumpang. Tiga orang berhasil selamat setelah berpegangan tiang kapal, sedangkan Seli menghilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal. ( Nita, Esha )