Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-09-2012
  • 638 Kali

Dispertan Siapkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Jelang Musim Hujan

News Room, Sabtu ( 22/09 ) Menghadapi musim hujan tahun ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep mulai melakukan evaluasi terhadap realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2012, khususnya untuk penyaluran pupuk bersubsidi ke sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Herianto, M.Si kepada News Room mengungkapkan, ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep untuk tahun 2012 ini tidak ada masalah. Bahkan, masih banyak petani yang belum melakukan pembeliannya, termasuk sisa serapan tahun 2011 yang masih tersisa. Dijelaskan, sesuai data yang ada realisasi pupuk bersubsidi hingga 31 Agustus 2012 mayoritas penyerapannya masih dibawah 50 persen. Yakni, dari alokasi pupuk Urea sebanyak 31.988 ton, baru terealisasi 10.879,80 ton, pupuk ZA dari alokasi 6.100 terserap 4.455 ton, SP-36 dari 10.070 terealisasi 2.865 ton, PONSKA dari 7.830 ton, tereaalisasi 2.340 ton dan pupuk organik, dari alokasi 5.060 ton, baru terealisasi 595 ton. “Kami sudah melakukan rapat evaluasi bersama Tim Pengawas dan Pelaksana pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep, Jum’at (21/09) kemarin untuk persiapan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep hingga ke kepulauan,”ujarnya. Ditambahkan, dalam rapat evaluasi yang dihadiri perwakilan dari Distributor Pupuk Kaltim dan PT. Petro Kimia, pihaknya menghadirkan para Camat, dan Tim Pengawas dan Tim Pelaksana Distribusi Pupuk bersubsidi. Bambang berharap, penyerapan pupuk bersubsidi tersebut dapat berjalan lancar, dan para petani bisa membeli sesuai dengan Harga Eceran Tertingggi (HET) yang ada, dan diharapkan tidak ada permainan oleh distributor maupun pihak kios. Bahkan, untuk wilayah kepulauan di Sumenep tetap bisa membeli pupuk bersubsidi sama dengan daratan. “Jadi, petani di kepulauan jangan khawatir akan membeli pupuk bersubsidi diatas HET, karena subsidinya ditanggung hingga titik Kelompok Tani,”tambahnya. ( Ren, Esha )