Sumenep-Infokom News Room : Anggota Komisi B DPRD Sumenep, Djamaluddin, SE mengatakan, pihaknya berharap agar Disperindag Sumenep melakukan operasi pasar, sebab harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang lebaran biasanya merangkak naik. Meski hukum pasar mengatakan dikala banyak permintaan, maka semakin tinggi harga di pasaran. Namun dia mengharapkan, kenaikan itu dapat terkontrol oleh Pemerintah. Untuk itu Djamaludin berharap, Disperindag secepat mungkin melakukan operasi pasar untuk mengetahui gejala kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar induk kota. Namun nampaknya himbauan dari Komisi B DPRD Sumenep itu, agar Dinas terkait mengadakan operasi pasar terkait melonjaknya sejumlah harga kebutuhan masyarakat di pasaran menjelang hari Raya Idhul Fitri tidak akan terlaksana. Sebab, Disperindag Sumenep menilai kenaikan harga sejumlah sembako di pasaran masih dalam tahap wajar. Sehingga Dinas tidak perlu melakukan kegiatan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga tersebut. Hal itu ditegaskan Plt. Kadisperindag Sumenep, Ir Budi Dadik menanggapi keinginan anggota Komisi B DPRD Sumenep, agar Dinas melakukan operasi pasar. Dikatakan pula, kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional menjelang perayaan lebaran tahun ini, menurutnya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Hal itu disebabkan kenaikan harga tersebut masih dalam batas kewajaran. Kendati demikian, Budi Dadik tetap menginstruksikan kepada bawahannya untuk tetap melakukan pemantauan harga di pasar. Disamping itu tegas Budi Dadik, mengenai persediaan stok kebutuhan selama lebaran masyarakat untuk tidak perlu khawatir terhadap persediaan barang kebutuhan dalam tiga bulan ke depan. Sebab, menurut Plt Kadisperindag, persediaan bahan pokok seperti beras masih jauh dari cukup. â€Masalah harga masih standart dalam pemantuan dan tidak terlalu signifikan kenaikannya, dan pesedian stok mencukupi hingga lebaran dan Hari Natal nantiâ€, tegasnya. Sedangkan hasil pantauan News Room di Pasar Anom Baru Sumenep, kenaikan paling tinggi terjadi pada beras dan daging. Untuk beras cap Ikan Paus misalnya naik hingga Rp. 5 ribu perkuintalnya. Sedangkan beras dalam bentuk kemasan 25 kg, mengalami kenaikan antara Rp. 2 ribu – Rp. 3 ribu. Jadi hampir semuanya naik sekitar Rp. 5 ribu perkuintal. Begitu juga dengan daging sapi juga mengalami kenaikan. Lonjakan harga juga terjadi pada telor dan gula. Namun, kenaikan ini tidak terlalu tinggi, masing-masing sebesar Rp. 200,- per Kg, dari Rp. 4,2 ribu menjadi Rp. 4,4 ribu untuk yang berwarna putih. Kenaikan ini juga terjadi pada sayur mayur. Untuk kentang dan wortel masing-masing naik antara Rp. 250,- – Rp. 500,- per kg. Sedangkan pada bumbu seperti cabe merah dan bawang merah juga mengalami kenaikan, tapi tidak terlalu tinggi. ( Yasik, Im )