News Room, Rabu ( 20/08 ) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep menurunkan Tim Pemantau ke gudang yang mulai melakukan pembelian tembakau rajangan. Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sumenep, Bagas Praptomo, mengaku baru menerima dua surat pemberitahuan pembelian tembakau petani oleh pabrikan. Dua gudang yang telah membuka pembelian tembakau tersebut, yakni Gudang Garam untuk gudang Guluk-guluk dan Patean. "Untuk Gudang Garam gudang Guluk-guluk membuka pembelian sejak 15 Agustus, dan gudang Patean sejak 19 Agustus. Baru dua gudang itu saja yang buka. Gudang lain seperti Wismilak belum memberitahukan, kapan akan membuka pembelian tembakau petani,"kata Bagas, Rabu (20/08). Ia memaparkan, Tim Pemantau yang diturunkan ke lapangan itu untuk memantau pembelian tembakau petani oleh pabrikan. "Tim itu tidak hanya dari Dishutbun, tapi juga instansi terkait seperti BPPT. Kami memantau gudang-gudang, mengawasi pembelian tembakau,"ujarnya. Bagas mengungkapkan, berdasarkan pengamatan dari tim, harga tembakau tahun ini cukup bagus. Untuk tembakau gunung, daun bawah harganya berkisar Rp. 22.000,00 hingga Rp. 25.000,00. Untuk daun atas antara Rp. 30.000,00 hingga Rp. 34.000,00. "Bahkan di petani, untuk tembakau gunung kualitas bagus, harganya bisa mencapai Rp. 37.000,00. Harga itu lebih tinggi dibanding tahun lalu,"ungkapnya. Ia optimis produksi tembakau petani akan terserap seluruhnya oleh pabrikan, mengingat jumlah produksi tembakau petani tidak sebanyak tahun lalu, namun target pembelian pabrikan masih sama seperti tahun lalu. "Kalau di Sumenep ini gudang besarnya kan hanya Gudang Garam dan Wismilak. Beberapa petani juga menjual tembakaunya ke gudang lain di Pamekasan, seperti Sampoerna dan Djarum. Mudah-mudahan semua tembakau petani bisa terserap pabrikan," pungkasnya. ( Nita, Esha )