News Room, Sabtu ( 13/10 ) Untuk mengangkut kepulangan jemaah haji asal Kepulauan Kabupaten Sumenep, dari Pelabuhan Kalianget, Dinas Perhubungan setempat sudah menyiapkan 5 kapal sebagai transportasi laut. Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Ir. Heri Koentjoro Pribadi menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh operator kapal yang beroperasi di Sumenep, guna mengangkut jemaah haji kepulauan yang dijadwalkan tiba di bumi sumekar ini tanggal 8 Nopember 2012. “Kami akan memaksimalkan armada yang ada, dalam mengangkut seluruh penumpang menuju kepulauan. Karena sudah menjadi tradisi tahunan, setiap pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci Mekkah, jumlah penumpang dari kepulauan mengalami kenaikan hingga 100 persen,”katanya. Hasil koordinasi itu, kata Heri, 5 operator kapal yang melayani lintasan Kepulauan Sumenep, menyatakan siap. Bahkan, kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I milik PT. Sumekar Line, jadwal docking dipercepat, yakni tanggal 12 Oktober 2012 kemarin. “Diperkirakan awal Nopember 2012 nanti, Kapal DBS I sudah bisa beroperasi lagi. Kami berupaya transportasi laut ke Kepulauan Sumenep lancar, khususnya ketika angkutan jemaah haji. Kami tidak ingin warga kepulauan, utamanya jemaah haji keleleran di Pelabuhan Kalianget, gara-gara tidak ada kapal,”terangnya. Adapun kapal yang disediakan pada angkutan jemaah haji dari Kepulauan Sumenep, yakni Kapal Perintis KM Surya Terang Abadi, dan KM Sabuk Nusantara, keduanya biasa melayani lintasan Kalianget-Kangean, Sapeken Sapudi dan Masalembu. Kemudian Kapal DBS I dan Kapal Cepat Ekspress Bahari 3C, akan melayani lintasan Kalianget-Kangean. Sedangkan kapal milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU), beroperasi dilintasan Kalianget-Sapudi dan Situbondo. “Seluruh armada itu akan dioperasikan saat pemulangan jemaah haji asal Kepulauan Sumenep. Tapi, kami akan tetap memperhatikan kondisi cuaca laut, demi keselamatan para penumpang. Mudah-mudahan cuaca laut nanti mendukung, sehingga pemulangan jemaah haji kepulauan berjalam aman dan lancar,”ungkapnya. ( Nita, Esha )