Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-10-2009
  • 491 Kali

Diserang Pendatang, 3 Warga Pasongsongan Dibacok

News Room, Selasa ( 06/10 ) Sebanyak 3 orang warga Kecamatan Pasongsongan, yakni Ali, Hasan dan Totok, mengalami luka bacok, setelah diserang puluhan warga yang mengaku dari Kabupaten Sampang, pada Selasa (06/10) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Aksi penyerangan 40-an warga Sampang itu, pemicunya diperkirakan gara-gara penghentian truk bermuatan pasir milik warga Sampang. Diduga pasir itu diambil dari pesisir Pantai Pasongsongan tanpa izin. Salah seorang korban, Hasan (50) mengatakan, truk itu dihentikan karena mengambil pasir tanpa izin yang selama ini telah merusak lingkungan, namun warga luar daerah itu malah menyerang warga setempat. “Saat dihentikan, kami dengan sopan meminta kepada pengemudi truk untuk menurunkan pasir kembali, tapi sopir truk justru melarikan diri. Tapi, tidak berselang lama, pengemudi truk datang kembali sambil membawa 40-an warga yang mengaku dari Sampang,” terangnya. Ia menjelaskan, warga yang ada dilokasi langsung kaget dengan kedatangan segerombolan warga itu. Dan, tanpa basa-basi tiba-tiba mereka melemparkan bom ikan, sambil membabi buta membacok menggunakan senjata tajam (sajam). Akibatnya, 3 warga Pasongsongan mengalami luka bacok. 2 warga dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Sumenep, dan satu korban lainnya dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat. Aksi penyerangan itu, ternyata mendapat perhatian dari pejabat Pemerintah Kabupaten Sumenep. Tebrukti, Ketua Sementara DPRD Sumenep, K. Abd. Hamid Ali Munir dan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumenep, Ir. Abdul Muthallib Faraj, Selasa (06/10) pagi, menjenguk para korban ke rumah sakit. K. Abd. Hamid mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya akan segera memanggil pihak terkait, guna mencari jalan keluar atas permasalahan yang menimpa warga Pasongsongan. “Sekarang kami sedang mempersiapkan rapat yang akan dilakukan Rabu (07/10) besok, dengan Camat Pasongsongan, BLH, dan pihak kepolisian termasuk instansi terkait lainya,” katanya. Hamid berharap, secepatnya persoalan itu teratasi, karena aksi penyerangan warga Sampang dinilai sudah tidak manusiawi. “Mereka datang seperti penjajah saja dan bertindak layaknya teroris. Sudah mengambil milik daerah orang lain, malah melakukan penganiayaan,”ungkapnya menambahkan. ( Nita, Esha )