News Room, Sabtu ( 10/11 ) Dinas Pendidikan (Diknas) Sumenep, berencana menghapus 100 lebih Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tersebar di wilayah Kecamatan daratan dan kepulauan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Ahmad Masuni, SE, MM menjelaskan, penghapusan terhadap seratusan SD Negeri itu, ditujukan bagi yang minim muridnya. Karena, ditengarai di sejumlah SD di Kabupaten setempat, ada yang siswanya mulai kelas 1 hingga kelas 6 dibawah 50 orang. “Kalau jumlah siswa keseluruhan tidak sampai 50 orang, berarti per-kelas hanya berisi antara 8 hingga 9 orang saja. Ini kan tidak efektif dan menunjukkan sekolah tersebut dibawah standar pendidikan. Sebab, sekolah dianggap bagus kalau siswanya per-kelas diatas 20 orang,”katanya. Saat ini, kata H. Masuni, pihaknya sudah membentuk Tim Khusus untuk memantau dan mengevaluasi kondisi sekolah yang muridnya sedikit. “Jadi, sekolah-sekolah yang dinilai tak efektif dengan jumlah murid sedikit, masih dilakukan kajian dan evaluasi oleh Tim Khusus. Langkah awal, mereka bertugas memantau, selanjutnya mengevaluasi, apakah sekolah tersebut berkembang atau tidak,”terangnya. H. Masuni mengungkapkan, jika nantinya sekolah dengan siswa dibawah standar, akan dilakukan 2 opsi, yakni diregrouping atau dihapus. “Dari pada muridnya hanya 30 atau 40 orang, kan lebih baik dihapus saja. Tapi, kami masih melakukan kajian mendalam untuk mengeluarkan sebuah keputusan tersebut. Karena, kalau dihapus mau dikemanakan para gurunya. Ini pun yang harus kami pikirkan juga,”ujarnya. Oleh karena itu, sebelum pihaknya mengeluarkan sebuah keputusan, Tim Khusus bentukan Dinas Pendidikan Sumenep, akan turun kebawah guna mempelajara “policy” masyarakat sekitar sekolah. Termasuk juga mendekati para tokoh masyarakat setempat. “Pendekatan pada tokoh masyarakat disekitar sekolah perlu dilakukan. Sebab, biasanya SD Negeri yang muridnya sedikit dikarenakan kalah bersaing dengan Madrasah Ibtidaiyah, yang lokasinya berdekatan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )