News Room, Rabu ( 23/09 ) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep masih belum transparan soal kasus bantuan DAK 2013 dan Dana Bansos APBN 2015 yang diterima oleh SDN Sera Timur Kecamatan Bluto. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum IPK2M (Institut Penindakan Kriminal dan Korupsi Madura, Imam Hidayat, pada News Room.
"Disdik keberatan ketika kita minta data daftar seluruh lembaga penerima bantuan tersebut,"kata Imam.
Menurut Imam, pihaknya sudah menemui Kabid Dikdas Dinas Pendidikan setempat, Fajarisman. Fajarisman disebutnya menyatakan bahwa telah menerima usulan bantuan dari UPT Pendidikan Bluto termasuk dari UPT Kecamatan lain.
"Menurutnya, Sumenep mendapatkan 63 ruang untuk Rehab Bansos. Terbagi sebanyak 21 lembaga, yang masing-masing mendapat 3 ruang. Namun Fajar keberatan ketika diminta daftar ke 21 lembaga tersebut," ungkap Imam.
Terpisah, Kabid Dikdas, Fajarisman kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya meminta agar IPK2M melayangkan permintaan secara tertulis pada Disdik. "Kita minta surat secara resmi dari IPK2M terlebih dulu,"dalihnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Institut Penindakan Kriminal dan Korupsi Madura (IPK2M) menemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) dan bantuan Dana Bansos APBN pada SDN Sera Timur Kecamatan Bluto.
Pasalnya, profil sekolah tidak memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan tersebut."Muridnya hanya 15 orang. Padahal minimal harus memiliki jumlah murid 120 orang,"kata Imam Hidayat, Ketua IPK2M, waktu itu.
Imam menambahkan, sekolah tersebut mendapat bantuan DAK tahun Anggaran 2013 dengan kisaran Rp. 186 juta yang dikerjakan pada tahun 2014.
Selain itu, tahun ini SDN Sera Timur kembali dapat bantuan dari APBN kategori rehab berat. "Kisaran rehab berat sebesar Rp. 279.500.000,00,"tambah Imam.
Yang menjadi permasalahan lain ialah, menurut Imam seharusnya konstruksi atas dalam rehab tersebut harus diganti semua.
Namun, dalam pantauan lembaganya, sebagian besar kayu atas bekas tetap dipakai. "Padahal di SPJ itu harus ditulis baru,"ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi ke Kepala SDN Sera Timur, Sudirman, alasan tetap dipakainya kayu bekas itu karena masih bagus. Sementara mengenai proses mendapatkan bantuan tersebut dirinya mengaku tidak tahu alias tidak mengusulkan ke atasannya. "Saya tiba-tiba dihubungi oleh Dinas Pendidikan kalau dapat bantuan,"kilahnya.
Terpisah, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Bluto, Sri Idariyaningsih, membantah pernyataan Sudirman. Menurutnya setiap bantuan dari pemerintah, semisal DAK dan bantuan langsung dari pusat itu harus telah melalui usulan.
"Semuanya diusulkan. Sekarang juga akan saya panggil Kepala Sekolah yang menyatakan tidak pernah mengusulkan Rehab SD,"tegasnya. ( Farhan, Esha )