News Room, Jum’at ( 12/12 ) Untuk pertama kalinya di kawasan Madura, Kabupaten Sumenep menjadi target pemerintah dalam rangka pengembangan budidaya rumput laut. Melalui Departemen Kelautan dan Perikanan RI melakukan pilot project budidaya rumput laut di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi. Ditemui disela-sela peresmian panen raya pilot project di Desa Tanjung, Jumat (12/12), Dirjen Perikanan Budi Daya Departemen Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Made L. Nurjana mengatakan, pihaknya memilih Kabupaten Sumenep sebagai kegiatan pilot project kloster rumput laut, alasannya karena tidak terlalu banyak sungai besar yang air tawarnya kuat, sehingga hampir seluruh perairannya bisa dipakai budidaya rumput laut. Selain itu, wilayah Kabupaten Sumenep yang berada diujung timur Pulau Madura ini bisa berproduksi rumput laut sepanjang tahun. "Dari sisi geografisnya juga sangat menguntungkan, sebab terdiri dari pulau-pulau yang sangat menunjang budidaya rumput laut, ini salah satu kelebihannya dengan banyak pulau bisa dimanfatkan masyarakat, sehingga disela-sela pulau itu untuk pengembangan budidaya rumput laut, bahkan untuk kegiatan komoditas yang lain, seperti ikan kerapu, ini juga sangat menguntungkan bagi masyarakat,"tegasanya. Made L. Nurjana menyatakan, pilot project kloster rumput laut dengan luas lahan 2.500 meter persegi diserahkan kepada Kelompok Sekar Tanjung Desa Tanjung. Karena itu, kelompok budidaya rumput laut Sekar Tanjung ini bisa mengembangkan produksi rumput laut, sebab budidaya rumput laut sangat prospek untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ( Yasik, Esha )