Sumenep-Kominfo News Room : Diprediksi mulai bulan Mei hingga Oktober mendatang terjadi La Nina dengan intensitas lemah, sehingga menyebabkan musim kemarau di Jatim saat ini bersifat basah. Ini ditandai dengan masih adanya hujan dengan intensitas ringan dan sedang di beberapa daerah di Jatim seperti di Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Jember. Kepala Seksi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika Klas I Juanda Surabaya, Drs. B. Endro Tjahjono saat dikonfirmasi, Jumat (08/06) mengatakan, secara umum keadaan cuaca di Jatim cerah berawan. Sementara peluang hujan diperkirakan bisa terjadi pada malam hari dan sore hari dengan intensitas ringan hingga sedang yang sifatnya lokal. Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan awan di wilayah Jatim yang agak berkurang. Namun, untuk daerah pegunungan pada sore hari serta daerah pantai pada malam hari, pertumbuhan awannya masih banyak. Sedangkan untuk angin umumnya berasal dari arah timur dan selatan dengan kecepatan 05-55 km/jam dan suhu udara berkisar antara 17-33 derajat celsius. â€Sebenarnya, secara umum cuaca di Jatim ini dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfir dan variasi suhu permukaan laut di sekitar Indonesia yang dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,†katanya. Sementara untuk kondisi pasang surut air laut, dikatakan Endro, yang terjadi pada Sabtu (9/6) besok, pasang akan terjadi sekitar pukul 06.00 maksimum 70 cm. Sedangkan surut minimum 60 cm yang terjadi pada pukul 23.00 WIB. Sedangkan untuk tinggi gelombang lautnya, untuk laut Jawa sekitar 1,0-3,5 meter, perairan Bawean 1,0 hingga 3,0 meter, sedangkan perairan Kepulauan Kangean sekitar 1,0-3,0 meter. â€Untuk tinggi gelombang relatif normal, sehingga cukup kondusif bagi pelayaran.†ungkapnya. ( JNR, Esha )