News Room, Rabu ( 16/01 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep terus melakukan pengasapan atau “fogging” ke sejumlah kawasan pemukinan masyarakat, khususnya di pemukiman yang warganya positif menderita demam berdarah, seperti di sejumlah Kelurahan dan Desa di Kecamatan Kota Sumenep, dan Kecamatan lainnya di Sumenep. Kasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Imam Muttaqin kepada wartawan mengakui dalam seminggu ini para petugas terus melakukan fogging hingga ke Kecamatan Talango. Hanya saja, memang sebagaian masyarakat ada yang menolak dilakukan fogging, karena kawatir dengan binatang piaraannya. “Jadi disamping melakukan fogging ke daerah yang melaporkan ke Dinas Kesehatan, kami juga koordinasi dengan pihak rumah sakit,”ujarnya. Karena itu, pihaknya juga melakukan penjelasan kepada masyarakat ketika akan melakukan fogging, sehingga warga bisa siap siaga dengan memindahkan sementara binatang piaraannya dan sebagainya yang bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga. Diakui Imam, sebenarnya untuk mencegah DBD yang paling efektif dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yakni membersihkan, menguras dan mengubur (3M), sehingga, dengan perilaku hidup sehat, masyarakat akan terhindar dari kasus demam berdarah. Sebab, pengasapan itu kurang efektif, karena sebatas membunuh nyamuk dewasa, sementara sarang dan jentik nyamuk hanya bisa dibasmi dengan gerakan PSN. Jadi, kesadaran warga dalam menjaga lingkungan sekitarnya bersih dari sarang nyamuk, penting dilakukan untuk mencegah kasus demam berdarah. ( Ren, Esha )