News Room, Jum’at ( 01/05 ) Penanggulangan penyakit tubercle bacillus atau Tubercolosis (TB), harus terus ditingkatkan. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep menggelar pertemuan dengan para petugas medis dari Puskesmas se-Kabupaten Sumenep. Hal itu dilakukan untuk melakukan validasi data penderita TB di Kabupaten Sumenep. Data tahun 2008, di Kabupaten Sumenep terdata 1.880 penderita TB. Dan seluruhnya sudah dilakukan pengobatan termasuk yang terbanyak dari wilayah kepulauanan Sapeken, Kecamatan Batang-Batang dan Nonggunong Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Susianto kepada sejumlah wartawan, Jumat pagi (01/05), di Hotel Sumekar. Berdasarkan data yang dimiliki tersebut, Sumenep berhasil masuk kategori tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Jember, dalam hal penanganan penyakit analisa dan penanggulangan masalah tersebut, sesuai dengan data yang ada secara administrasi. "Secara target, kita sudah cukup bagus, dan hampir mencapai target nasional sebesar 85 persen. Sementara, Sumenep sudah masuk angka 84,5 persen. Memang yang diinginkan target 100 persen bisa terpenuhi. Karena itu, kita terus melakukan upaya untuk lebih giat lagi dengan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat," ungkap dr. Susianto. Selanjutnya dr. Susi mengatakan, kendala yang dihadapi terkait keinginan masyarakat untuk berobat kurang. Bahkan, untuk minum obat yang memang harus dilakukan dengan waktu yang cukup lama pasien merasa jenuh dan bosan. Kadangkala faktor efek samping yang disebabkan obat, seperti mual-mual, muntah dan sebagainya membuat mereka berhenti berobat. dr. Susianto mengakui, persoalan teknis yang sering terjadi adalah terlambatnya anggaran, baik dari pusat maupun daerah. Sehingga, pihaknya terkadang harus mencari jalan keluar untuk menanggulangi kekurangan itu. Salah satunya dengan adanya dana bagi hasil cukai rokok yang dilakukan saat ini. Menurut mantan Kepala Puskesmaas Pragaan ini, yang paling utama adalah melakukan imunisasi kepada masyarakat sejak dini, sehingga masyarakat kebal terhadap berbagai penyakit, diantaranya TB. ( Ren, Adjie )