Sumenep-Infokom News Room : Banyaknya temuan manipulasi data dan mark-up jumlah murid di beberapa sekolah, yang dilontarkan Komisi D DPRD Sumenep ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) kemarin, ternyata mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Sumenep. Bahkan, Dinas Pendidikan mengancam akan mencoret hitam atau black list bagi sekolah-sekolah yang melakukan manipulasi data murid dan melakukan mark-up jumlah murid. Demikian diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si. Dikatakan, bagi sekolah yang melakukan manipulasi data, tidak akan diberi bantuan lagi, bahkan akan dicoret dari setiap pemberian bantuan. Meskipun demikian, H. Rais mengakui, validitas data di sekolah-sekolah memang agak sulit, sebab data murid setiap saat bisa berubah, akibat adanya murid yang berhenti atau bertambah. Untuk itu, jika ada ketidak samaan data dengan jumlah yang sebenarnya, hal itu masih dalam tahap kewajaran dan mungkin masih bisa ditolerir. H. Rais menambahkan, secara resmi pihaknya akan meminta kepada pihak Komisi D DPRD Sumenep mengenai temuan-temuan manipulasi data dan mark-up jumlah murid. Seperti dipaparkan Komisi D DPRD Sumenep, dari hasil sidak yang dilakukannya menjelang pencairan dana bantuan Biaya Operasional Sekolah (BOS), ditemukan banyak sekolah yang melakukan manipulasi data murid dan mark-up jumlah murid, baik SD maupun MI, SMP dan MTs. Untuk mengklarifikasi temuan tersebut, Komisi D dalam waktu dekat akan mengundang Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Sumenep (DPS), guna membicarakan temuan-temuan itu. ( Nita, Esha )