News Room, Rabu ( 25/11 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Rabu (25/11) mengadakan pertemuan dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para kader dan PKK se wilayah Eks Pembantu Bupati Batang-batang di Pendopo Kecamatan batang-batang. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka mengendalikan masalah kesehatan anak, yang diikuti sebanyak 30 orang peserta dari 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Batang-batang, Gapura, Dungkek, dan Kecamatan Batuputih. Kepala UPT Puskesmas Batang-batang, dr. Sulaiha Riningsih dalam pertemuan tersebut memaparkan data persalinan Puskesmas Batang-batang pada bulan Januari hingga Oktober 2009. Dijelaskan, dari 7 Desa yang menjadi wilayah kerjanya, ada 2 Desa yang masih rendah, yakni Desa Nyabakan Timur dan Desa Tamedung yang menyangkut K-1 Akses, K-1 Bumil, K-4 Linakes, dan Nifas. Sedangkan untuk Puskesmas Batang-batang sendiri, K-1 Akses mencapai 87,3 persen, K-1 Bumil 81,5 persen, K-4 mencapai 67,8 persen, Linakes 55,2 persen, KN-1 77,9 persen, KN-2 77,7 persen. Sementara itu, dari unsur Dinas Ksehatan Kabupaten Sumenep diwakili dr. Fathoni dan Sri Sukarsih dalam paparannya mengakatan, bahwa untuk Kabupaten Sumenep, cakupan persalinan masih rendah, yakni mencapai 60 persen, sedangkan dari pemerintah harus mencapai 85 persen. Hal ini berakibat angka kematian anak dan ibu cukup tinggi. Dijelaskannya, pertemuan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi, agar pelaksanaan kesehatan ibu dan anak serta ibu hamil dapat ditangani secara optimal. dr. Fathoni berharap kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, para kader, dan PKK untuk membantu memberikan informasi tentang pentingnya memelihara kesehatan bagi ibu-ibu hamil sejak dari usia o hingga 4 bulan kedepan, sebab hal ini memerlukan penanganan, baik dari bidan maupun dokter, sehingga pertumbuhan kandungan si ibu dan anak tetap terjaga dengan baik. (JuP-18, Esha)