News Room, Sabtu ( 12/09 ) Disaat para anggota DPRD Sumenep yang baru sekitar dua minggu dilantik, sedang melakukan Diklat ke Batam, yang sudah berangkat dalam dua hari ini. Beberapa kalangan menilai hal itu justeru sebuah bentuk pemborosan anggaran. Padahal, Diklat itu bisa dilakukan di tempat yang tidak terlalu jauh dan dengan resiko anggaran yang tidak terlalu tinggi. Kritik tersebut sempat diungkapkan Aktifis Gerakan Reformasi Indonesia (Gerindo), Syarkawi. Menurutnya baru awal-awal saja anggota DPRD Sumenep yang baru menjabat ini bingung dengan berbagai kegiatan yang sebenarnya tidak terlalu mendesak. Dan kalaupun memang aturannya harus dilaksanakan tidak harus jauh-jauh ke Batam dan sebagainya. "Masa untuk melakukan orientasi hingga jauh-jauh yang malah kurang efektif, soal Tatip dan sebagainya yang sebenarnya ada beberapa anggota DPRD lama yang memiliki pengalaman untuk melakukan langkah-langkah, agar segera bisa lebih terfokus untuk kepentingan rakyat 5 tahun kedepan,"ujar Sarkawi. Menuruntya, sebagai wakil rakyat memang selayaknya berbuat untuk rakyat dan bukan hanya kepada golongan dan dirinya sendiri. Sebab, disamping sudah memiliki berbagai fasilitas dan sebagai orang yang memiliki pengaruh kepada pemerintah dan masyarakat segala potensi yang dimiliki harus betul-betul untuk rakyat. Karena itu, dengan anggaran yang besar jangan sampai menjadi sia-sia apalagi harapan rakyat disia-siakan. Meskpun memang tidak dipungkiri sebagian besar anggota legislatif pada Pileg lalu tentu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk kepentingan kampanye dan sebagainya, namun jangan sampai memiliki keinginan untuk berbalik ingin menguras uang rakyat. Pada intinya, menurut Syarkawi apa yang dilakukan wakil rakyat itu harus betul-betul mendengarkan keluhan rakyat dan memberikan solusi terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat. Sebab, terkadang justeru masyarakat merasa sia-sia ketika melaporkan perihal penyimpangan yang dilakukan oleh oknum dibawah, namun fungsi legislatif malah kurang memberikan solusi untuk ditindak lanjuti sebagaimana harapan masyarakat. ( Ren, Esha )