News Room, Kamis ( 04/08 ) Cuaca ekstrem di perairan Sumenep, menyebabkan kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I, gagal berlayar ke Pulau Kangean. Kapal tersebut, diterjang ombak setinggi 3 meter saat melintas disekitar perairan Sapudi, pada Kamis (04/08) dini hari, sehingga terpaksa balik kanan. Kapal DBS I milik PT. Sumekar Line yang merupakan pengganti sementara kapal perintis ini mengangkut 153 penumpang. Kapal berangkat dari Pelabuhan Kalianget hari Rabu (03/08) pukul 19.00 WIB, dengan tujuan Pelabuhan Batu Guluk, Arjasa, Pulau Kangean, kemudian ke Pulau Sapeken dan meneruskan perjalanan ke Banyuwangi. Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget, J.A Turmanto menjelaskan, ombak yang menghantam kapal DBS I diatas 2 meter, dan membuat panik penumpang. "Kapal tidak mungkin memaksa berlayar. Mau tidak mau, nahkoda memilih kembali, demi keselamatan penumpang. Sebab, kapal tidak mampu menahan ombak sampai 3 meter,"kata Turmanto, di kantor Adpel Kalianget, Sumenep, Kamis (04/08). Sesuai laporan yang diterimanya, kata Turmanto, sekarang ini cuaca di perairan Sumenep masih ekstrem, ketinggian ombak diatas 2 meter. "Kerasnya hantaman ombak, kaca kemudi kapal DBS I pecah. Kontan, situasi menambah ribut para penumpang. Bahkan, ada yang menangis hingga histeris,"terangnya. Turmanto mengemukakan, karena kondisi tidak memungkinkan, akhirnya nahkoda langsung memutar haluan kapal, kembali ke Pelabuhan Kalianget. "Syukurlah, seluruh penumpang kapal DBS I selamat. Kapal berhasil merapat kembali ke Pelabuhan Kalianget,"ujarnya. Turmanto mengakui, cuaca ekstrem terjadi sejak pekan lalu, dengan perubahan yang begitu cepat. "Untuk itu, kami akan terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Perak Surabaya. Kalau dari BMKG menyatakan cuaca buruk, ya kami akan himbau kapal supaya menunda pelayaran,"ungkapnya. ( Nita, Esha )