Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-08-2008
  • 704 Kali

Dihadang Ombak 3 Meter, Pencarian 2 Korban Dihentikan

News Room, Jum’at ( 08/08 ) Tingginya gelombang diperairan Sapeken yang hampir mencapai 3 meter, membuat pencarian terhadap 2 korban Perahu Motor (PM) Joko Kodok yang tenggelam di perairan Saebus, Sapeken, terpaksa dihentikan. Bahkan, para pemilik perahu yang biasa disewa oleh petugas kepolisian dan Koramil setempat, tidak berani melakukan penyisiran di wilayah Pagerungan dan perairan Sapeken, karena, gelombang laut dan angin sangat kencang. Kapolsek Sapeken, IPTU Moh. Imron ketika dihubungi via telepon mengatakan, pencarian korban dengan cara menyisir di seluruh perairan Sapeken dan sekitarnya untuk Jumat pagi (08/08) dihentikan, karena gelombang tinggi dan angin sangat kencang serta tidak ada nelayan yang berani melaut. "Jika dipaksakan melakukan penyisiran di wilayah peraian Pagerungan maupun di pulau Sepanjang, ditakutkan akan menelan korban jiwa lagi,"terangnya. Untuk sementara, pencarian korban hilang, kata dia, hanya dilakukan warga nelayan dan kerabat Pulau/Dusun Saebus, dengan menyisir di bibir pantai saja. Tidak ada yang berani melakukan pencarian di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), apalagi sampai menyeberang ke Desa/Kecamatan Sapeken. Korban yang masih dinyatakan hilang tinggal 2 orang yakni, Syukur (50), dan Misrawan (37), semuanya warga Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep. Para korban hilang ini terjadi Senin lalu (04/08) saat akan mengikuti pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sapeken. Namun, di tengah perjalanan laut sekitar pukul 09.15 WIB, PM. Joko Kodok yang berpenumpang 21 orang dan dinakhodai Mardano (42) warga setempat dihantam ombak setinggi 2 meter. Karena hilang keseimbangan, akhirnya mesin PM. Joko Kodok tersebut mati dan tenggelam seketika. Akibat tenggelamnya PM. Joko Kodok itu, tercatat 3 korban yang ditemukan tewas ditelan ombak. Sariyatin (25) ditemukan tewas seusai perahu tenggelam, sedangkan Moh. Rais (43) ditemukan hari Rabu, dan Sukawati (9) ditemukan nelayan pada Kamis kemarin (07/08). ( Nita, Esha )