News Room, Sabtu ( 12/04 ) Meskipun terbilang salah satu jenis olahraga yang baru dibentuk, yakni Federasi Panjat Tebing Seluruh Indonesia (FPTI) di Kabupaten Sumenep, namun kiprahnya sudah bisa meraih 10 besar di Jawa Timur. Karena itu, diharapkan ke depan olahraga yang cukup menantang ini bisa memiliki atlit-atlit muda yang potensi. Ketua FPTI Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si kepada News Room, Sabtu (12/04) menjelaskan, keberadaan club panjat tebing di Sumenep baru ada di 2 Perguruan Tinggi di Sumenep, yakni di STKIP PGRI Sumenep, dan UNIJA Sumenep. Dan di 2 tempat tersebut menjadi arena latihan para pemanjat tebing. “Kami masih ingin olahraga panjat tebing ini juga memilii atlit pemula yang ada di sekolah, seperti di SMA sederajat,”ungkap Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini, sehingga, meskipun dengan tempat latihan yang sederhana yang disediakan di sekolah, para atlit pemula ini bisa lebih banyak memiliki kesempatan untuk berlatih. Bahkan, nantinya melalui respon Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Sumenep dan Pemkab Sumenep, dapat dibangun arena latihan olahraga yang dikenal dengan rock climbing ini di area GOR A. Yani Pangligur Sumenep. Sebab, menurut H. Moh. Rais yang juga Wakil Ketua KONI Sumenep ini, untuk pembinaan atlit panjat tebing memang sangat diperlukan arena latihan yang representatif dan berstandart. Apalagi olahraga panjat tebing ini merupakan olahraga yang masuk dalam kejuaraan, baik Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) maupun (Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan di ajang olahraga internasional. “Mudah-mudahan keinginan para atlit panjat tebing di Sumenep ini bisa segera terwujud, hingga semakin memperkaya dan membangkitkan dunia olahragadi Sumenep,”pungkasnya. ( Ren, Esha )