Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-06-2012
  • 429 Kali

Di Hari Anti Narkoba Internasional, Pejabat Sumenep Ditest Urine

News Room, Rabu ( 27/06 ) Ide kreatif kembali dilakukan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si bersama Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si pada momentum Hari Anti Narkoba Se Dunia, Pada Selasa sore (26/06) melaksanakan test urine bagi para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Bahkan, untuk memberikan surprice Bupati dan Wakil Bupati Sumenep ini tidak memberitahukan kepada para pejabat yang akan dilakukan tes urine, termasuk Sekdakab Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si hingga jajaran dibawahnya tidak diberitahu sebelumnya. Padahal dalam undangnnya akan membahas usulan Perubahan Anggaran Kegiatan (PAK) tahun 2012. “Ide untuk melaksanakan test urine ini memang sengaja tidak diberitahukan sebelumnya. Hal itu dilakukan karena permasalahan narkoba akhir-akhir ini di Sumenep terus meningkat,”ujarnya. Berdasarkan hal tersebut, pihaknya berupaya menjaga para pejabat di Sumenep terhadap penyalah gunaan narkoba. Hal itu penting dilakukan, agar pejabat di Sumenep betul-betul sehat. Dan tidak ada yang memiliki ketergantungan pada obat-obat terlarang. “Sebab, jika sudah ketergantungan obat terlarang, pasti pola pikirnya juga tidak sehat. Karena itu, jika terbukti nantinya akan ada sanksi yang sesuai,”tegasnya. Sementara Wakil Bupati Sumenep yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional, sengaja dilaksanakan test urine untuk memberikan contoh, yang dimulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan pimpinan SKPD, sehingga jika diatas bersih kebawah juga bagus. “Ini memang diharapkan tidak hanya berhenti disini, namun tetap dilakukan secara bertahap, sehingga semua PNS betul-betul terbebas dari narkoba,”ujarnya. Dijelaskan, test urin dilakukan terhadap seluruh pimpinan Satker dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, sementara ada 5 pejabat yang tidak hadir, karena sakit, ada tugas, serta ada yang memasuki masa pensiun, serta diwakili Sekretarisnya. Namun nantinya tetap akan dilakukan test urine kepada yang bersangkutan. Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Abd. Kahir, SE, M.Si mengakui, pihaknya bersama pejabat lainnya di Sumenep sempat kaget terhadap kegiatan test urine yang tiba-tiba tersebut. Namun, pihaknya menilai langkah Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yang sengaja tidak memberi tahukan adanya test urine tersebut merupakan langkah surprice. “Ini merupakan sebuah inovatif dan yang pertama di Jawa Timur, dan secara pribadi saya yakin hasilnya negatif,”pungkasnya. ( Ren, Esha )