News Room Kamis ( 01/04 ) Penolakan terhadap kegiatan eksploitasi Migas di Madura, ternyata tidak hanya diakukan masyarakat sekitar tempat yang akan menjadi lokasi eksploitasi, tokoh masyarakat hingga kelompok yang mengatas namakan Forum Kiai. Namun, penolakan juga dilakukan beberapa aktifis mahasiswa se Madura, yang sejak kemarin menggelar Kongres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Madura di STIKA Guluk-guluk. Salah seorang panitia kongres mahasiswa, Hairul Imam ketika memberikan press release hasil kesepakatan kongres di Gedung Dewan tadi siang mengungkapkan. salah satu rekomendasi yang disepakati dalam Kongres Mahasiswa tersebut, yakni soal penolakan terhadap eksploitasi Migas. “Sebab, kami sepakat eksploitasi Migas yang selama ini dilakukan, akan banyak berdampak buruk pada lingkungan hidup sekitar. Karena itu, persoalan itu menjadi perhatian bersama, agar meninjau ulang upaya eksploitasi yang dilakukan perusahaan Migas di Madura,â€Âujar Hairul Imam. Sementara itu Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Drs. Moh. Fadhilah, M.Si kepada wartawan berharap masyarakat tidak begitu saja menghalangi rencana perusahaan Migas , seperti SPE yang akan melakukan eksploitasi Migas, khususnya di Sumenep. “Sebab, semua dampak dan berbagai persoalan yang kemungkinan terjadi sudah menjadi pemikiran perusahaan dengan berbagai upaya pendekatan kepada masyarakat,â€Âkata Fadhilah. Bahkan, agar pihak perusahaan tidak menggagalkan keinginannya menghentikan rencana eksploitasi Migas, pihaknya juga menyarankan SPE melakukan pendekatan kembali kepada pata tokoh masyarakat, kiai dan berbagai elemen lainnya. Namun, hal itu kembali tergantung perusahaan, ketika memiliki berbagai pertimbangan karena berbagai konsekwensi yang harus dihadapi oleh perusahaan atas penolakan masyarakat. Sementara, Pemerintah hanya menfasilitasi saja, sebab dampaknya juga terhadap perolehan bagi hasil Migas yang akan diterima untuk kesejahteraan masyarakat. ( Ren, Esha )