Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-12-2011
  • 1243 Kali

Desa Rombasan Kec. Pragaan Dengan Potensi Buah Naga

News Room, Rabu ( 14/12 ) Meskipun belum merata budidaya tanaman dragon fruit yang lebih dikenal dengan nama buah naga di Indonesia, namun masyarakat petani di Desa Rombasan Kecamatan Pragaan menjadikan buah kaktus itu sebagai maskot Desa, sehingga hampir di sejumlah lahan terdapat tanaman yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi ini. Kepala Desa Rombasan, H. Muhlis Hidayat kepada wartawan mengaku, saat pertama kali dilakukan uji coba tanaman buah naga beberapa tahun lalu, sempat membuat pesimis masyarakat. Sebab, disamping mayoritas lahan di Desa Rombasan tandus dan berbatu, selama ini tidak banyak menghasilkan dari tanaman pertanian. “Karena itu, berbekal keuletan, ketabahan, perjuangan yang keras dan usaha yang sungguh-sungguh akhirnya sedikit demi sedikit ternyata buah naga cukup berhasil di budi dayakan dan memiliki nilai ekonomi yang cukup bagus,”ujarnya. Diakui, awal tertarik dengan tanaman buah naga saat bertemu dengan salah seorang turis, Mr. Lee yang memperkenalkan buah naga yang diakui cukup sukses dibudidaya di negaranya. Karena penasaran dicobanya di beberapa lahan yang dimiliki dengan modal awal yang diperoleh dari pinjaman rekan-rekannya. Bahkan, di Desanya sudah pernah melakukan panen raya buah naga yang membuat para petanis emakin optimis untuk membudi daya buah naga tersebut. Disamping tingkat perawatannya yang tindak terlalu banyak memakan waktu, tenaga dan biaya juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi kedepan. Sekedar diketahui, buah naga masuk atau mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 2000, dan bukan dari budidaya sendiri melainkan di impor dari Thailand. Padahal pembudidayaan tanaman ini relatif mudah dan iklim tropis di Indonesia sangat mendukung pengembangannya.Tanaman ini mulai dikembangkan sekitar tahun 2001, di beberapa daerah di Jawa Timur. Tanaman dengan buah berwarna merah dan bersisik hijau ini merupakan pendatang baru bagi dunia pertanian di Indonesia dan merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Berdasarkan data berasal dari Negara Mexico, Amerika Tengah, dan Amerika Utara yang pada saat ini sudah menyebar di seluruh penjuru dunia. Di daerah asalnya buah naga ini dinamai pitahaya atau pitaya roja. Penduduk disana sering memanfaatkan buah ini untuk dihidangkan sebagai buah konsumsi segar dimeja hidangan. Seperti didaerah asalnya Mexico dan Amerika, meskipun awalnya tanaman ini ditujukan untuk tanamanan hias dalam perkembangannya masyarakat Vietnam mulai mengembangkan sebagai tanaman buah. Karena, memang bukan hanya dapat dimakan, rasa buah ini juga enak dan memiliki kandungan yang bermanfaat dan berkhasiat. Maka tanaman ini mulai dibudidayakan di kebun-kebun sebagai tanaman yang diambil buahnya. ( Ren, Esha )