Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-12-2018
  • 442 Kali

Desa, Bisa Berinovasi Kelola DD Dengan Libatkan Masyarakat

Media Center, Rabu ( 19/12 ) Keberhasilan Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang bisa menjadi rujukan bagi Desa-desa yang lain, khususnya di Jawa Timur, dalam pengelolaan Dana Desa (DD) dengan memberdayakan masyarakat yang mampu mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan mengelola Kafe Desa di tengah potensi Wisata Desa Pujon yang dimiliki.

Hal tersebut ditegaskan, Miftahol Munir, pemuda asal Kepulauan Giliraja, Kecamatan Giligenting di sela-sela kegiatan Bursa Inovasi Dana Desa (DD) Kabupaten Sumenep, di Graha Adipodai Sumenep, Rabu (19/12/2018).

Menurut Tenaga Ahli Khusus Pengembangan Kapasitas Pembangunan Desa di Jawa Timur ini, dengan acuan pengelolaan DD yang diserahkan kepada Desa, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Desa dalam pengelolaan dana untuk kemajuan masyarakat Desa setempat.

“Silahkan Desa berinovasi untuk mengelola DD sesuai usulan masyarakat Desa itu sendiri, selama itu sangat bagus dan potensi, tentu bisa dialokasikan dana lebih,” ungkap Munir.

Diakui Munir, jika di Kabupaten Sumenep sebenarnya ada Desa yang bisa dikatakan sudah melakukan inovasi, yakni Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting yang memiliki potensi wisata Pantai Sembilan. Hanya saja, hingga saat ini masih belum ada kejelasan, sejauh mana keterlibatan Desa melalui BUMDes dalam pengelolaan Wisata Bahari tersebut. Karena, selama ini masih dikelola pribadi dan bukan sepenuhnya BUMDes.

Munir juga berharap, bagi Desa-desa yang lain untuk betul-betul melibatkan masyarakat dalam pengelolaan DD. Sebab, selama ini diakui sejumlah Desa masih setengah hati untuk melibatkan masyarakat, meskipun diakui sudah ada beberapa Desa yang sudah melaksanakannya. Salah satu penyebab, terkadang karena belum adanya sinkronisasi antara perangkat Desa, Badan Permusyawatan Desa (BPD) dan masyarakat.

“Selanjutnya, yang tidak kalah pentingnya, publikasi pelaksanaan pembangunan Desa, entah dengan kerja sama melalui media maupun memberdayakan masyarakat sendiri untuk mengelola media, bisa website, media sosial dan sebagainya, yang penting bisa terpublikasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat,” tambahnya. ( Ren, Esha )