News Room, Selasa ( 11/5 ) Demo yang digelar puluhan mahasiswa Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, pada Selasa (11/05) siang, yang memprotes pelaksanaan Pemilu Raya berlangsung ricuh. Akibatnya, aksi saling dorong antara Satpam dengan mahasiswa tak dapat dihindarkan, dan memakan korban. Petugas keamanan kampus, Supriadi terluka pada kaki sebelah kanan setelah kaca jendela di ruang Rektor Unija pecah. Karena mengalami luka serius, korban dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Persoalan ini dipicu pelaksanaan Pemilu Raya yang dilegalkan oleh pihak Rektorat. Para mahasiswa tidak setuju dengan rencana tersebut. Mereka kemudian berencana menemui Rektor Unija, Dr. Ir. Ida Ekawati, MS, namun Rektor tidak ada di kampus. “Rektor Unija harus mundur dari jabatannya, karena melegalkan Pemilu Raya. Tindakan ini kami anggap menyalahi aturan,â€Âkata Koorlap Aksi, Haris dalam orasinya di depan ruang Rektor Unija Sumenep, Selasa (11/05). Sementara, Pembantu Dekan I Fakultas Tehnik Unija, Moh. Iksan mencoba meredam emosi mahasiswa dengan mengatakan bahwa rektor sedang tidak ada. “Aksi ini merupakan sikap protes, karena keinginan mahasiswa yang tidak terakomodir terhadap kepanitiaan Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM), yang melaksanakan Pemilu Raya. Hari Selasa (11/05) ini, memang sedang berlangsung Pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) Unija Sumenep,â€Âujarnya. Namun, Iksan menyayangkan sikap arogan para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya, yang menyebabkan fasilitas kampus rusak. Puluhan mahasiswa akhirnya membubarkan diri, dengan menempelkan poster yang bertuliskan protes terhadap kebijakan rektorat di pintu ruang Rektor Unija. ( Nita, Esha )