Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-05-2006
  • 628 Kali

DATA RUMAH TANGGA MISKIN HARUS AKURAT

Sumenep-Kominfo News Room : Data tentang Rumah Tangga Miskin (RTM) adalah faktor pentingdalam upaya pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. Tanpa di dukung dengan data RTM yang akurat, pemerintah akan mengalami kesulitan dalam perencanaan maupun implementasi program penanganan kemiskinan. “Ketersediaan data RTM merupakan persyaratan utama untuk keberhasilan program penanggulangan kemiskinan� kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI, Aburizal Bakrie saat menghadiri acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2006 dan Penyerahan Kartu Identitas Keluarga Miskin Kota Surabaya, di Lapangan Bangunsari Kelurahan Dupak Surabaya, Jumat (05/05) kemarin Dikatakannya, tidak lancarnya penyaluran Subsidi Langsung Tunai (SLT) tahap pertama pada awal Oktober 2005 lalu adalah bukti tidak akuratnya data RTM dan rumah tangga nyaris miskin yang berhak menerima SLT. Lebih lanjut Aburizal menjelaskan bahwa data RTM hanya akan efektif jika definisi dari keluarga miskin konsisten dengan yang dipakai oleh Badan Pusat Statistik (BPS). “ Definisi kemiskinan sangat dinamis, artinya mereka mudah keluar masuk dalam perangkap kemiskinan�, ungkapnya. Oleh karena itu updating dari kartu RTM yang dikeluarkan oleh pemerintah harus dilakukan secara reguler. Pemerintah setempat hendaknya bekerja sama dengan BPS dalam proses updating data untuk efektifitas data RTM dalam program anti kemiskinan. Semantara itu, saat ini pemerintah sedang merancang program Subsidi Langsung Tunai Bersyarat yang terkait dengan pendidikan, kesehatan dan jaminan pekerjaan. “Program SLT bersyarat ini membutuhkan persyaratan administrasi yang lebih rumit dibandingkan program SLT yang lalu. Oleh karena itu, database yang akurat termasuk kartu RTM akan sangat membantu pelaksanaan lanjutan program SLT bersyarat ini�, tuturnya. Pengadaan kartu identitas keluarga miskin ini adalah yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Aburizal berharap agar kegiatan ini diikuti oleh pemerintah Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Jawa Timur sehingga propinsi jatim bisa menjadi contoh nasional dan dapat diikuti oleh propinsi lainnya di Indonesia. Dalam acara itu Aburizal Bakrie didampingi Sekretaris Propinsi Daerah Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum memberikan kartu identitas keluarga miskin secara simbolik kepada 31 warga miskin di daerah itu. ( Info Jatim, Esha )