News Room, Selasa ( 01/03 ) Tekad para peserta pelatihan pembuatan tahu dan tempe yang dilaksanakan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) “Merpati” Desa Parsanga melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Terampil 02” dalam seminggu ini, tidak hanya sekedar tahu membuat tahu dan tempe. Namun, para peserta pelatihan yang terdiri dari 7 perempuan dan 3 laki-laki ini menginginkan hasil ketrampilan yang dimiliki menjadi ladang usaha yang bisa menjadikan penghasilan. Sebab, para peserta yang rata-rata warga kurang mampu itu diharapkan bisa memiliki usaha mandiri. Salah seorang Instruktur Pelatihan, Budi Susanto mengungkapkan, komitmen untuk menjadikan para peserta pelatihan, agar menjadi orang yang betul-betul bisa berusaha dari ilmu ketrampilan yang dimiliki terus ditekankan kepada para peserta. “Sebab, terkadang usai pelatihan dibeberapa bidang ketrampilan tanpa langsung dipraktekkan dengan management pemasarannya, akan sulit berkembang. Padahal, tujuan pelatihan itu sendiri untuk melatih, agar terampil dan bisa berusaha denga keterampilannya,”ujar Budi. Dijelaskan, setelah melaksanakan praktek pembuatan tempe misalnya, para peserta dibimbing untuk menjual hasil ketrampilannya kepada warga sekitar, sehingga, bisa terus dijadikan pelajaran, mulai dari kwalitas barang yang dijual serta cara pemasaran yang baik dan sukses. Sementara Ketua KSM Terampil, Busiyah mengaku bangga dengan antusias peserta pelatihan tahu dan tempe yang sudah sukses dalam praktek pembuatan dan tinggal sukses di bidang pemasaran. “Awalnya, memang baru memasarkan dalam jumlah sedikit kepada para tetangga dekatnya, namun kalau nantinya mereka ketagihan pasti akan bertanya kembali dan seterusnya,”ujarnya. Unit Pengelola Sosial (UPS) BKM Merpati Desa Parsanga, Juhariyah mengaku melalui kegiatan pelatihan keterampilan diharapkan benar-benar bisa mengangkat ekonomi masyarakat dari miskin menjadi berdaya. Sebab, program pemberdayaan masyarakat madniri perkotaan (PNPM-MP) memang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui kepedulian masyarakat itu sendiri. “Kalau nantinya melalui kegiatan bidang sosial ini berhasil dapat dilanjutkan untuk kegiatan pemberdayaan berikutnya. Baik dibidang ekonomi dan maupun bidang liongkungan, sehingga ketiga program pemberdayaan masyarakata itu bisa bersinergi,”pungkasnya. ( Ren, Esha )