Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-06-2013
  • 852 Kali

Dampak Renovasi Masjidil Haram, Pemerintah Batasi Kuota Umrah

News Room, Kamis ( 06/06 ) Kementerian Agama (Kemenag) akan membatasi kuota umrah untuk para calon jamaah umrah Indonesia. Indonesia hanya mendapatkan kuota 18.000 orang pada bulan Syakban dan Ramadhan tahun ini. Menteri Agama, Suryadharma Ali membenarkan hal tersebut seusai acara peluncuran Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) VI di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin (05/06). SDA, sapaan akrab Suryadharma Ali menjelaskan, pembatasan kuota umrah disebabkan adanya perbaikan Masjidil Haram. Saat ini ada pembangunan sekitar 1.700 gedung baru di sekitarnya. “Jadi ada (bangunan) yang baru dibangun dan ada yang direnovasi,”ujarnya. Perbaikan gedung itu, menurut SDA, mengakibatkan kepadatan di sekitar Masjidil Haram. Ditambah kepadatan para jamaah umrah di sana. Kemudian menjelang Syakban dan Ramadhan, peminat ibadah umrah dari seluruh dunia, terutama Indonesia, juga akan sangat meningkat. Karena itu, pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan kuota umrah atau kuota visa umrah sekitar 50 persen pada 2 bulan tersebut. Menurut SDA, pembatasan itu cukup baik. Selain pembangunan dapat segera terselesaikan sebelum datangnya bulan haji, para jamaah umrah tidak akan terlalu sesak, sehingga nyaman dalam beribadah. “Kalau terlalu padat disana, jamaah tidak nyaman dan mungkin bisa mengganggu penyelesaian renovasi itu,”tutur Ketua Umum PPP tersebut. Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Ahmad Kartono sebelumnya juga menjelaskan, bahwa jamaah umrah seluruh dunia hanya akan diberi kuota sekitar 500.000 dan Indonesia hanya mendapatkan kuota sebanyak 18.000 orang pada 2 bulan tersebut. Karena itu, Suryadharma Ali berharap penyelenggaraan umrah di Indonesia mau memahami hal tersebut. SDA meminta para penyelenggara umrah di tanah air lebih mengerem perekrutan calon jamaah umrah, karena ditakutkan para calon jamaah tidak bisa berangkat dalam waktu dekat. Apalagi, tambah dia, gairah umrah masyarakat Indonesia pada tahun ini sangat tinggi. Jadi, akan sangat mengecewakan, apabila tidak dapat diberangkatkan tahun ini. Untuk masalah seleksi pemenuhan kuota, SDA menjelaskan, bahwa hal tersebut akan dilakukan secara langsung oleh Kedutaan, berdasar kuota dari Kementerian yang berwenang di Arab Saudi. Dia berharap pembatasan hanya berlaku pada tahun 2013, sehingga pada tahun 2014 bisa kembali normal seperti semula. “Saya berharap hanya tahun ini (pembatasan kuota), karena pada tahun 2014, Masjidil haram diperkirakan sudah selesai direnovasi,”ucapnya. ( JP, Esha )