News Room, Senin ( 24/06 ) Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berimbas pada pelaku usaha kripik tempe di Kelurahan Karangduak Kecamatan Kota Sumenep. Dampak tersebut tidak sampai pelaku usahanya gulung tikar, hal tersebut disampaikan Lurah Karangduak, Drs. Ec. RB. Farhoddin, Senin (25/06) di ruang kerjanya. Kenaikan BBM berdampak signifikan bagi usaha kripik tempe di Kelurahan Karangduak, untuk itu Ny. Nana Tri merasa terpukul dengan kenaikan harga minyak goreng. Tetapi meski demikian mau bagaimana lagi, kami tetap akan berproduksi, karena permintaan pasar terus berlangsung. Usaha membuat kripik tempe dalam kemasan ini jarang dikerjakan warga Kecamatan Kota Sumenep, dan pemasarannya cukup berhasil. Tentu saja pengusaha kripik ini mampu menyerap tenaga kerja warga sekitar. Oleh karena itu, Pemkab Sumenep diharapkan ikut andil dalam memberikan pembinaan, agar pelaku usaha ini semakin berkembang. ( JuP-01, Y2k )