Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-08-2013
  • 509 Kali

Cuaca Ekstrem, Harga Premium Di Masalembu Rp. 15.000,00/Liter

News Room, Jumat ( 30/08 ) Cuaca buruk yang melanda perairan Sumenep utamanya Pulau Masalembu selama sepekan terakhir ini, menyebabkan pengiriman beberapa kebutuhan pokok masyarakat serta Bahan Bakar Minyak (BBM) di kepulauan tersebut tersendat, karena tidak ada kapal yang berani berlayar. Akibatnya sembilan bahan pokok (sembako) dan BBM mulai langka dan terjadi kenaikan harga hampir dua kali lipat. Untuk harga BBM baik premium dan mencapai Rp. 15.000,00 per-liter. Salah satu pedagang BBM jenis solar dan bensin, Ediyanto (30), mengakui jika harga BBM diwilayahnya naik dibanding hari biasanya hingga mencapai titik Rp.15.000,00 per-liter. “Sekarang kan lagi cuaca buruk, jadi tidak ada pengiriman karena kapal tidak ada yang berani berlayar. Sedangkan kebutuhan atas BBM cukup tinggi, ya saya ingin dapat untung lebih, makanya dijual Rp. 15.000,00 per-liter, dari sebelumnya Rp. 9.000,00,”tuturnya. Untuk stok BBM yang di milikinya hingga saat ini, lanjut Edi, masih dalam kondisi aman, karena saat menjelang cuaca ekstrim dirinya baru mendapat pasokan BBM dari daratan yang jumlahnya lumayan banyak sehingga masih cukup hingga saat ini. “Stok BBM yang kami punya kemungkinan besar cukup sampai cuaca laut normal kembali,”ujarnya. Sementara, Sulhani (50), salah satu pedagang di Desa Sukajeruk, Kecamatan/Pulau Masalembu, mengaku, bahwa saat ini stok sejumlah kebutuhan pokok menipis, bahkan beberapa toko peracangan di pulau tersebut banyak yang tutup, karena pasokan barang dari daratan tidak ada sementara isi toko sudah terkuras habis. “Saya pun terpaksa menutup tempat jualan, karena sudah tidak memiliki stok barang dagangan, semuanya sudah habis terjual,”katanya. Sulhani mengatakan sudah 5 hari tidak berjualan. Untuk dikonsumsi sendiri saja kebingungan, kalau pun harus membeli harga melambung tinggi. “Mungkin ini pengaruh cuaca buruk di lautan, sehingga pasokan barang ke Masalembu tersendat,”terangnya. Tingginya harga sembako dan BBM di Pulau Masalembu, dibenarkan oleh Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Sidik. Menurutnya, hal itu biasa terjadi jika cuaca ekstrem sedang melanda Perairan Pulau Masalembu. “Sesuai hasil pengamatan kami saat kunjungan ke Masalembu ketika mengantar logistik Pilgub Jatim, pada 28 Agustus 2013 kemarin, ombak di Masalembu sangat tinggi dalam kisaran 3 meter lebih. Makanya, harga sembako dan BBM naik akibat tidak ada kapal yang mau berlayar selama sepekan terakhir ini,”ungkapnya. ( Nita, Esha )