News Room, Sabtu ( 20/04 ) Kabupaten Sumenep sebagai peraih penghargaan Kota Adipura beberapa kali, dan tahun ini kembali sudah dilakukan penilaian untuk menuju Kota Adipura di tahun 2013, telah dilakukan berbagai pembenahan disana sini. Termasuk pembinaan terhadap sekolah yang sebelumnya meraih Sekolah Adiwiyata nasional untuk menuju Adiwiyata Mandiri. Sedangkan untuk persiapan secara menyeluruh, telah melibatkan seluruh instansi terkait dalam melaksanakan program kegiatan yang mengarah kepada lingkungan yang sehat bersih dan hijau. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Patriadi, M.Si kepada News Room, mengaku optimis untuk meraih Penghargaan Adipura. Meskipun diakui, dari kriteria penilaian Kota Adipura, Sumenep masih harus terus melakukan pembenahan. “Sebab, Tim Penilai tanpa sepengetahun kami langsung menuju sasaran, seperti kantor-kantor, sekolah, pasar, rumah sakit, Tempat Pembuangan Sampah (TPA) hingga ke Kecamatan,”ujarnya. Karena itu tegas Edy, pihaknya sebagai Badan Koordinasi terus melakukan langkah-langkah koordinasi untuk menuju kota sehat. Khususnya terkait dengan persoalan pembuangan sampah dan limbah yang masih terus menjadi perhatian serius. Sebab, masih ditemukan sampah dan limbah yang ternyata masih dibuang sembarang tempat, dihanyutkan ke sungai dan sebagainya, sehingga kedepan pihaknya berharap pengelolaan sampah dan limbah menjadi perhatian serius untuk dicarikan solusi dengan pengelolaan khusus. Sebenarnya, diakui Edy, Sumenep punya pengelolaan limbah tinja lengkap dengan bangunannya di Kecamatan Manding yang merupakan bantuan pusat di tahun 1996, hanya saja selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik. “Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, akan memberikan nilai plus, tanpa harus membeli peralatan baru, namun bisa diperbaiki, agar bisa termanfaatkan dengan baik,”pungkasnya. ( Ren, Esha )